KABUPATEN SEMARANG – Desa Wisata Kalongan di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang memadukan keindahan alam, edukasi pertanian, pelestarian budaya, dan pengalaman hidup pedesaan. Potensi tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu tujuan wisata unggulan yang menawarkan pengalaman liburan sekaligus pembelajaran bagi pengunjung.
Terletak di kawasan perbukitan dengan hamparan sawah yang luas, Desa Wisata Kalongan menghadirkan suasana sejuk dan asri yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Selain menawarkan panorama alam, desa ini juga mempertahankan tradisi lokal yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Pengembangan wisata di Kalongan tidak hanya berfokus pada sektor rekreasi, tetapi juga pada pelestarian budaya masyarakat. Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan seni tari tradisional, menikmati alunan musik gamelan, hingga mengikuti pelatihan membatik yang menjadi salah satu identitas budaya desa.
Di sektor agrowisata, pengunjung diajak berinteraksi langsung dengan aktivitas pertanian masyarakat. Berbagai kegiatan edukatif seperti memetik buah dan sayuran segar serta mempelajari sistem pertanian organik menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.
Selain itu, pelaku usaha lokal turut berperan dalam memperkuat daya tarik desa melalui penyediaan kuliner khas Jawa Tengah. Beragam hidangan tradisional disajikan menggunakan bahan baku segar hasil pertanian warga setempat, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan lebih lama, tersedia fasilitas homestay yang dikelola langsung oleh warga. Melalui fasilitas tersebut, pengunjung dapat merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat, menikmati ketenangan lingkungan desa, serta membangun interaksi langsung dengan penduduk setempat.
Desa Wisata Kalongan menjadi contoh pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang mampu mengintegrasikan potensi alam, budaya, pertanian, dan ekonomi lokal dalam satu ekosistem berkelanjutan. Informasi mengenai potensi wisata tersebut sebagaimana diwartakan Portal Pekalongan, Kamis, (21/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara