KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan menyiapkan Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan wisata Waduk Darma melalui Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR). Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa, mengurangi kemiskinan ekstrem, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Strategi pengembangan tersebut menempatkan Waduk Darma dan desa-desa penyangga di sekitarnya sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi daerah. Berbagai sektor unggulan desa akan didorong agar mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Kuningan Tuti Andriani mengatakan Desa Paninggaran memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam maupun sosial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat sekaligus pusat ekonomi produktif.
Menurutnya, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha lokal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh program pemberdayaan masyarakat berjalan berkesinambungan dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Sejumlah sektor prioritas telah dipetakan untuk dikembangkan, antara lain budidaya perikanan, peternakan, ekonomi kreatif, serta pengelolaan wisata alam. Untuk mendukung percepatan program, masyarakat akan memperoleh akses pembiayaan usaha, pelatihan manajemen bisnis, pendampingan pemasaran digital, serta peningkatan infrastruktur pendukung kawasan wisata.
Selain fokus pada ekonomi, Pemkab Kuningan juga merancang pengembangan sektor pendidikan melalui sekolah berbasis teknologi pertanian guna mencetak generasi muda yang mampu mengelola potensi desa secara modern dan berdaya saing.
Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Tesar Pratama Gustardzidi, menyatakan dukungan terhadap program tersebut karena sejalan dengan agenda Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Desa Paninggaran dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki potensi usaha yang besar, namun masih membutuhkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Melalui Program PINTAR, pelaku usaha lokal seperti pengrajin, pedagang, dan pengelola wisata akan dihubungkan langsung dengan lembaga keuangan formal sehingga memiliki peluang lebih besar memperoleh akses permodalan yang aman dan berkelanjutan.
Dukungan serupa juga disampaikan Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Endy Rio. Ia menilai program inklusi keuangan yang dijalankan di Paninggaran berpotensi menjadi model nasional dalam pengentasan kemiskinan berbasis kolaborasi multipihak.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan diukur dari peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah terhubung dengan ekosistem keuangan formal, sebagaimana dilansir Kabar Kuningan, Kamis, (21/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara