GUNUNG MAS – Upaya memperluas akses layanan kesehatan hingga ke wilayah pedesaan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas. Melalui sinergi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tumbang Jutuh dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan Tuberkulosis (TB) yang dirangkai dengan pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sukses digelar di Desa Bereng Malaka, Senin (18/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat layanan kesehatan dasar bagi warga desa. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya TB, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan dahak dan skrining gejala klinis untuk mendeteksi kasus secara dini.
Langkah deteksi dini tersebut dinilai penting guna menekan risiko penularan penyakit menular di lingkungan masyarakat. Warga yang terindikasi memiliki gejala TB dapat segera memperoleh penanganan dan pengobatan sesuai prosedur medis yang berlaku.
Tidak hanya berfokus pada pengendalian penyakit, kegiatan itu juga menghadirkan layanan Posyandu terpadu bagi berbagai kelompok usia. Pelayanan meliputi pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, imunisasi, hingga pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan kelompok rentan lainnya.
Kehadiran tim Dinkes Gunung Mas Bidang P2P turut memastikan pelaksanaan layanan kesehatan di Desa Bereng Malaka berjalan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah.
Program jemput bola tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai layanan yang hadir langsung di desa memudahkan akses kesehatan, terutama bagi mereka yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Dinkes Gunung Mas berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan paru-paru, pentingnya deteksi dini TB, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan bebas dari Tuberkulosis, sebagaimana diberitakan Dinkes Gunung Mas, Rabu, (20/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara