GOWA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Bawakaraeng terus diperkuat melalui pembangunan fasilitas sanitasi baru di jalur pendakian Desa Lembanna, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Program kolaborasi sejumlah lembaga dan perusahaan tersebut diharapkan mampu menekan pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan pendaki di kawasan wisata alam strategis itu.
Kegiatan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) digelar pada 13-14 Mei 2026 di Pos 8 Gunung Bawakaraeng dan jalur pendakian Desa Lembanna. Program tersebut diinisiasi Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Dalam kegiatan itu, Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) bersama PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) menyerahkan bantuan berupa toilet, musala, dan tempat sampah terpilah untuk mendukung kebersihan kawasan pendakian.
Langkah tersebut dilakukan karena meningkatnya aktivitas pendakian di Gunung Bawakaraeng dinilai berpotensi memicu penumpukan sampah anorganik dan pencemaran sumber air akibat minimnya fasilitas sanitasi di kawasan hulu.
Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) sekaligus Ketua Bidang Transisi Energi Terbarukan dan Lingkungan Hidup ASPEBINDO, Eka Lestari Sinaga, mengatakan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.
“Melalui dukungan fasilitas sanitasi dan wadah sampah terpilah ini, kami ingin menghadirkan kenyamanan sekaligus menanamkan kesadaran bahwa setiap langkah kecil menuju kebersihan akan membawa dampak besar bagi kelestarian Gunung Bawakaraeng dan alam Indonesia,” ujarnya, sebagaimana dilansir Vakansiinfo, Senin (18/05/2026).
Ketua Umum (Ketum) ASPEBINDO, Anggawira, menilai isu lingkungan hidup menjadi bagian penting dalam pembangunan energi dan sumber daya berkelanjutan. Menurutnya, penyediaan fasilitas sanitasi dan tempat ibadah di kawasan pendakian menjadi bentuk edukasi publik sekaligus kepedulian terhadap kelestarian alam.
Sementara itu, Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Azri Rasul, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih lingkungan, melainkan investasi jangka panjang dalam menjaga ketahanan lingkungan dan sumber daya air di Sulawesi Selatan.
“Gunung Bawakaraeng bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga kawasan penyangga kehidupan. Karena itu, menjaga kebersihan dan menyediakan fasilitas sanitasi yang layak menjadi langkah penting untuk keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Pegiat lingkungan asal Maluku Utara, Ronaldo Molle, menyebut gerakan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat aksi nyata pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi masyarakat dan dunia usaha.
Direktur Finance PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU), Yashashi Manuel, menambahkan dukungan terhadap fasilitas lingkungan merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Kami percaya investasi untuk menjaga lingkungan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, ekosistem, dan keberlangsungan usaha,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, PT Vale, Pertamina, PLN, Pelindo, komunitas pecinta alam, masyarakat lokal, TNI/Polri, organisasi nonpemerintah, hingga media.
Ratusan peserta turut ambil bagian dalam aksi korve bersih dan pembangunan infrastruktur hijau secara swadaya guna menciptakan kawasan wisata alam yang aman, sehat, bersih, dan indah. Program itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Gunung Bawakaraeng sebagai kawasan wisata sekaligus penyangga ekosistem di Sulawesi Selatan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara