BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menuntaskan pembangunan 25 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang diproyeksikan menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok hingga wilayah pelosok. Peluncuran program tersebut dipusatkan di Perumahan Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Sabtu (16/05/2026).
Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat, Asep Ismail, mengatakan pembangunan puluhan gerai KDMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang diluncurkan serentak di 1.061 titik di seluruh Indonesia dan diresmikan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, melalui sambungan daring.
“Dengan berdirinya 25 gerai ini, kita kini siap membangun ekosistem usaha desa yang produktif. Serta berkelanjutan, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat,” ujar Asep, sebagaimana diberitakan Harapanrakyat, Senin, (18/05/2026).
Pemkab Bandung Barat menilai kehadiran KDMP tidak hanya menjadi tempat transaksi kebutuhan warga, tetapi juga diarahkan sebagai pusat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengolahan hasil pertanian, hingga sektor peternakan desa.
Untuk mendukung operasional koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bandung Barat menjalin kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perum Bulog disiapkan sebagai pemasok bahan pangan pokok, sedangkan PT Pertamina mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan dan uji kompetensi agar pengelolaan usaha berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.
“Ke depannya, kami juga akan mempercepat penyediaan sarana pendukung seperti gudang penyimpanan dan kendaraan operasional. Hal ini penting agar jangkauan distribusi produk semakin luas dan manfaatnya langsung terasa oleh warga,” tambahnya.
Pemkab Bandung Barat juga berencana mengintegrasikan KDMP dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui skema tersebut, koperasi desa akan berperan sebagai pemasok bahan pangan yang berasal dari hasil pertanian dan perkebunan lokal warga Bandung Barat.
“Ini adalah langkah pasti kami membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara