Derita Warga Pegunungan Pinrang, Ambulans Tak Bisa Masuk Desa

PINRANG – Buruknya akses jalan di wilayah pegunungan Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali menyulitkan warga memperoleh layanan kesehatan. Seorang perempuan bernama Tisa terpaksa ditandu sejauh sekitar dua kilometer menggunakan sarung dan bambu menuju rumah sakit akibat jalan utama rusak, berlumpur, dan tertutup longsor sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 Wita itu viral di media sosial setelah video warga bergotong royong membawa pasien beredar luas. Dalam rekaman tersebut, warga tampak bergantian memikul tandu melewati jalan tanah licin, sementara sejumlah warga lain mengawal menggunakan sepeda motor sambil menerangi jalur perjalanan ketika malam mulai tiba.

Kepala Desa (Kades) Kaseralau, Baharuddin membenarkan kondisi tersebut. “Jalan dari jantung desa ke Dusun Paleleng memang tertutup longsor,” kata Baharuddin, sebagaimana dilansir Suarasulsel, Rabu, (13/05/2026).

Menurutnya, akses utama menuju dusun tidak dapat dilalui kendaraan roda empat karena kondisi jalan rusak parah dan berlumpur. Akibatnya, warga harus menandu pasien menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu Enrekang sebagai fasilitas kesehatan terdekat.

“Mobil roda empat yang biasa dipakai tidak bisa lewat karena jalanan tanah yang licin,” ujarnya.

Baharuddin menjelaskan, masyarakat di wilayah tersebut sudah terbiasa menggunakan jalur alternatif menuju Kabupaten Enrekang ketika kondisi jalan memburuk. “Sekitar dua kilometer lebih ditandu. Itu memang akses yang biasa dilalui masyarakat,” katanya.

Ia menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Warga di kawasan pegunungan Desa Kaseralau kerap menggunakan sarung untuk membawa pasien darurat karena ambulans maupun kendaraan tidak mampu melintasi jalan rusak. “Karena jalan rusak dan tidak bisa dilalui mobil atau ambulans, makanya sejak dulu sampai sekarang warga memakai sarung gotong warga yang sakit,” bebernya.

Salah seorang warga, Parman mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang sebelumnya telah berjanji memperbaiki akses jalan tersebut. Namun hingga kini perbaikan belum terealisasi. Ia menilai jalur yang diukur pemerintah bukan akses utama yang paling sering digunakan masyarakat.

“Memang dijanjikan akan dikerjakan itu jalan setelah sebelumnya peristiwa seperti ini sering terjadi. Kemarin ada dari Pemkab mengukur tapi jalan yang diukur atau mau diperbaiki bukan yang sering dilalui masyarakat,” ungkapnya.

Parman menegaskan jalur poros Paleleng-Jalikko menjadi akses tercepat menuju rumah sakit dibandingkan jalur Paleleng-Cemba. “Yang sering dilewati masyarakat itu poros Paleleng-Jalikko. Kalau ke Jalikko jaraknya sekitar dua kilometer, sedangkan ke Cemba bisa delapan sampai sembilan kilometer,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan infrastruktur jalan di wilayah pegunungan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan, terutama saat kondisi darurat.

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi pada Maret 2025. Seorang perempuan bernama Karmila asal Desa Kaseralau harus ditandu warga menuju RSUD Massenrempulu Enrekang akibat mengalami pembengkakan di leher. Meski saat itu Pemkab Pinrang berjanji segera memperbaiki jalan, warga hingga kini masih menghadapi kondisi serupa.

“Kurang sekali perhatian pemerintah, seolah tidak ada tanggung jawabnya dengan masyarakat pegunungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batulappa, Amrullah mengatakan pihaknya telah membantu proses rujukan pasien. Ia menyebut pasien mengalami keluhan kista pada rahim dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Amrullah menambahkan pemerintah telah menyediakan Puskesmas Pembantu (Pustu) serta tenaga kesehatan lokal di Desa Kaseralau. “Di sana ada pustu, sempat rusak dan kita perbaiki. Kemudian ada bidan kita tempatkan di sana warga lokal,” ujarnya.

Ia juga menyebut pemerintah daerah berencana membangun jalan di kawasan tersebut pada tahun ini untuk mempermudah akses masyarakat menuju layanan kesehatan. “Tahun ini kalau tidak salah akan dibangun jalan di situ. Pak Bupati juga sudah bertemu dengan Bupati Enrekang membahas perbaikan jalan karena ini perbatasan dua daerah,” ungkapnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tiga Desa di Matim Terisolasi Setelah Jembatan Putus Dihantam Banjir

PDF đź“„MANGGARAI TIMUR – Banjir bandang yang menerjang Sungai Waemusur di Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai …

TNI Bersama Warga Rampungkan Tembok Penahan Tanah Desa Brabe

PDF đź“„PROBOLINGGO – Pembangunan tembok penahan tanah atau TPT di Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan …

Desa Klekan dan Lumutan Jadi Titik Awal Penyaluran Air Bersih BPBD Bondowoso

PDF đź“„BONDOWOSO – Kekeringan yang melanda sejumlah desa di Bondowoso membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *