MALANG – Desa Wisata Peniwen di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang mulai menjadi tujuan wisata religi dan budaya menjelang libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Desa yang dikenal dengan nuansa pedesaan asri serta sejarah panjang komunitas Kristen di Jawa Timur itu menawarkan wisata edukasi, budaya, hingga panorama alam yang tetap terjaga.
Desa Wisata Peniwen menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya dan toleransi masyarakat. Selain memiliki hamparan sawah dan area terasering seluas sekitar 233 hektare, desa tersebut juga dikenal sebagai pusat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Peniwen yang berdiri sejak 1930.
Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas edukatif mulai dari belajar menanam padi, mengenal alat musik gamelan, hingga mengikuti tur desa untuk melihat kehidupan masyarakat setempat. Paket wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Peniwen Sejahtera itu dibanderol Rp60 ribu per orang.
Desa Peniwen berada di Jalan Raya Peniwen Nomor 15, Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Lokasinya berjarak sekitar 36 kilometer dari Stasiun Malang Kota Baru dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.
Keunikan lain desa tersebut terletak pada keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan antara pemeluk agama Kristen, Islam, dan Hindu. Tradisi budaya lokal juga masih dilestarikan melalui pertunjukan gamelan, wayang, hingga Festival Wisata Budaya Pasar Sorbon yang digelar di area kebun cokelat.
Selain wisata budaya, Desa Peniwen memiliki nilai sejarah melalui Monumen Peniwen Affair 19 Februari 1949 yang dibangun untuk mengenang gugurnya anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan warga desa saat menghadapi serangan milisi Belanda.
Pengelola desa wisata berharap keberadaan Desa Wisata Peniwen mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa tanpa meninggalkan nilai budaya dan kerukunan antarumat beragama. Informasi mengenai destinasi tersebut sebagaimana diberitakan Detik pada Selasa, (12/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara