SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan komitmennya menjaga keberlangsungan budaya lokal melalui Festival Jaran Serek yang digelar di GOR A Yani, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu (10/5/2026). Festival budaya tahunan itu didorong tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga sarana regenerasi pelaku seni tradisional Madura.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Imam Hasyim, mengatakan eksistensi Jaran Serek harus terus dipertahankan di tengah derasnya perkembangan hiburan modern. Karena itu, konsep festival dinilai perlu dikembangkan lebih kreatif tanpa menghilangkan identitas budaya asli Madura.
“Jaran Serek merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Karena itu penyelenggaraannya harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya,” kata Imam Hasyim sebagaimana diberitakan Tribun Madura, Selasa, (12/05/2026).
Festival yang memasuki tahun keempat tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan arak-arakan peserta menuju Labang Mesem Keraton Sumenep. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Agus Dwi Saputra, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tokoh masyarakat.
Menurut Imam, pengemasan festival budaya harus mampu menarik minat generasi muda agar kesenian tradisional tidak kehilangan penerus. Inovasi dalam tata pertunjukan, musik pengiring, kostum, hingga koreografi dinilai penting untuk memperluas daya tarik masyarakat.
“Harus lebih kreatif, lebih menarik, tetapi jangan sampai kehilangan ciri khas budaya tradisionalnya,” ujarnya.
Ia juga menilai Festival Jaran Serek memiliki fungsi strategis sebagai media edukasi budaya sekaligus ruang regenerasi seniman lokal di Kabupaten Sumenep.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menonton, tetapi ikut melestarikan budaya daerah supaya tetap hidup dan berkembang,” tegasnya.
Selain melestarikan tradisi, Pemkab Sumenep juga menilai festival budaya tersebut berpotensi memperkuat sektor pariwisata daerah. Dengan agenda budaya yang berkelanjutan, kawasan Kota Keris diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memperpanjang lama kunjungan wisata di Madura. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara