KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan menyiapkan revitalisasi gedung eks Kewedanaan Kadugede di Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan menjadi Balai Budaya Kuningan. Revitalisasi tersebut diproyeksikan untuk memperkuat sektor seni, budaya, hingga wisata sejarah di wilayah tersebut.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan gedung bersejarah itu nantinya difungsikan sebagai pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat. Selain menjadi ruang pertunjukan budaya, lokasi tersebut juga akan digunakan untuk kegiatan kreatif dan festival budaya secara rutin.
“Saya ingin ketika orang datang ke Kuningan, mereka bukan hanya menikmati Gunung Ciremai atau wisata alam saja, tetapi juga merasakan jiwa Kuningan melalui seni dan budayanya,” tutur Dian dalam Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026-2030 sebagaimana dilansir Detikjabar, Selasa (12/05/2026).
Menurut Dian, Kabupaten Kuningan masih kekurangan ruang representatif untuk menggelar kegiatan seni dan budaya. Karena itu, Pemkab Kuningan memilih memanfaatkan gedung eks kewedanaan yang memiliki nilai sejarah untuk dikembangkan tanpa menghilangkan bentuk aslinya.
“Kuningan saat ini masih kekurangan ruang representatif untuk pagelaran seni dan budaya. Gedung ini sangat potensial, akan kita tata tanpa menghilangkan nilai sejarahnya, sehingga menjadi pusat kebudayaan yang hidup,” tutur Dian.
Selain bangunan utama, kawasan sekitar gedung juga akan ditata agar lebih nyaman dan mendukung aktivitas wisata budaya. Penataan meliputi pengelolaan pedagang, peningkatan estetika kawasan, hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi wisatawan.
Dian menilai kawasan Kadugede memiliki potensi besar karena berada dekat sejumlah destinasi wisata seperti Gunung Mayana, Waduk Darma, Curug Bangkong, dan kawasan Darmaloka. Integrasi antarobjek wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kuningan.
“Kadugede ini prospektif. Ada Gunung Mayana dimana lokasi sekitar sedang ditata, berdekatan ke Waduk Darma, Curug Bangkong, hingga kawasan Darmaloka. Kalau ini terintegrasi, wisatawan punya banyak pilihan dan tidak cukup hanya satu hari di Kuningan,” tutur Dian.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kadugede Maman menjelaskan gedung eks Kewedanaan Kadugede merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dahulu difungsikan sebagai pusat pemerintahan di wilayah Kadugede.
Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut sempat digunakan sejumlah instansi, mulai kantor kecamatan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), hingga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Saat ini pengelolaan gedung berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kadugede.
Maman menyebut sebagian struktur utama bangunan seperti tiang dan atap masih dipertahankan sebagai bentuk pelestarian sejarah. Gedung itu juga pernah menjadi lokasi pertunjukan seni budaya tingkat kabupaten, termasuk pentas genjring pada 2014.
“Melalui dukungan Pemerintah Daerah. Desa Kadugede, semoga dapat dikembangkan menjadi kawasan cagar budaya yang representatif sekaligus destinasi edukasi dan wisata budaya,” pungkas Maman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara