PASANGKAYU – Upaya pencegahan stunting di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terus diperkuat melalui kerja aktif kader pos pelayanan terpadu (posyandu) yang melakukan pemantauan langsung hingga ke rumah warga.
Kader posyandu setempat, Safitri, menjadi salah satu ujung tombak dalam memastikan balita dan ibu hamil tetap terpantau kesehatannya. Selain melayani kegiatan rutin di posyandu, ia juga mendatangi warga yang tidak hadir untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap terkontrol, sebagaimana diberitakan Tribun Sulbar, Rabu, (22/04/2026).
“Senang sebenarnya jadi kader, karena bisa lebih dekat dengan warga. Kita jadi tahu kondisi mereka, apa yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Meski demikian, Safitri mengakui tantangan terbesar bukan pada teknis pelayanan, melainkan rendahnya partisipasi sebagian warga dalam kegiatan posyandu.
“Kadang sudah diingatkan berkali-kali, tapi tetap tidak datang. Itu yang paling berat,” katanya.
Dalam pelaksanaan bulanan, sekitar 70 ibu dengan bayi dan balita terdata sebagai sasaran layanan. Namun, hanya sekitar 40 peserta yang rutin hadir, sehingga sisanya harus dijangkau melalui kunjungan langsung dari rumah ke rumah.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap risiko stunting, yang dapat berdampak jangka panjang pada kualitas hidup anak jika tidak ditangani sejak awal.
“Kalau tidak didatangi, kita khawatir. Karena penimbangan ini penting, untuk tahu apakah ada risiko stunting atau tidak,” jelasnya.
Safitri menyebutkan, Desa Ako sebelumnya pernah menghadapi kasus stunting, namun kini telah berhasil ditekan hingga tidak ditemukan lagi kasus baru. Keberhasilan tersebut dicapai melalui pendampingan berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga anak berusia 23 bulan.
Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta pemantauan rutin oleh kader dan tenaga kesehatan.
“Dulu ada, tapi sekarang sudah tidak ada. Itu karena kita dampingi terus, dari ibu hamil sampai anaknya besar,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga desa bebas stunting tidak terlepas dari kolaborasi antara kader, pemerintah desa, dan masyarakat. Peran aktif seluruh pihak dinilai penting agar capaian tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Safitri menegaskan, posyandu bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan garda terdepan dalam menjaga kualitas generasi masa depan di tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara