PANGKALAN BANTENG – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten setempat, diperkuat melalui sosialisasi langsung kepada warga terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Kegiatan ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas desa setempat sebagai bagian dari strategi edukasi lapangan untuk menekan risiko kebakaran di musim rawan.
Sosialisasi yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut dilakukan secara door to door dengan menyasar rumah warga. Dalam kegiatan itu, aparat menyampaikan isi Maklumat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Nomor: Mak/1/VI/2025 tentang Larangan Membakar Lahan, Perkebunan dan Hutan serta Sanksi Pidana kepada masyarakat Desa Pangkalan Banteng.
“Cegah Karhutla” Polsek Kapuas Timur Rutin Sosialisasi dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan sebagaimana dilansir Sumber Berita, Rabu, (22/04/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, Bhabinkamtibmas menekankan bahwa praktik pembakaran lahan, baik untuk pertanian, perkebunan, maupun pembukaan lahan tidur, memiliki dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan dinilai dapat mengganggu aktivitas warga serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
“Membakar hutan dan lahan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan asapnya sangat mengganggu kesehatan. Selain itu ada sanksi pidana yang akan diterima sesuai Maklumat Kapolda Kalteng,” jelas Bhabinkamtibmas.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pangkalan Banteng Agung Sugiarto melalui Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencegahan karhutla, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Ia menambahkan, pendekatan langsung ke warga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif agar tidak lagi menggunakan cara pembakaran dalam membuka lahan. Pola ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya penyampaian imbauan secara umum.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif. Warga juga menyambut baik sosialisasi tersebut dan menyatakan komitmen untuk ikut menjaga lingkungan dari potensi kebakaran lahan.
Upaya edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat menekan angka kejadian karhutla di wilayah Pangkalan Banteng, terutama saat memasuki periode cuaca kering yang rawan memicu kebakaran. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara