Akses Vital Desa Bantaragung Terhenti Akibat Longsor

SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah disertai longsor yang melanda Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan akses jalan antarwilayah terputus dan mengganggu aktivitas warga sejak Sabtu malam (18/4/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Sukabumi. Dampak paling signifikan terlihat pada infrastruktur jalan desa yang menjadi penghubung utama antar dusun.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi di ruas jalan penghubung antara Dusun Puncak Dago, Dusun Cinunjang, dan Dusun Bantaragung, tepatnya di Kampung Cinunjang RT 31/11.

“Pergerakan tanah terjadi di ruas jalan desa penghubung antara Dusun Puncak Dago, Dusun Cinunjang, dan Dusun Bantaragung, tepatnya di Kampung Cinunjang RT 31/11. Jalan sepanjang kurang lebih 10 meter terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” ujar Dadi, sebagaimana diberitakan Sukabumiupdate, Selasa, (21/04/2026).

Akibat terputusnya akses tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Desa Bojongjengkol, yakni Pasir Nangka dan Cikurutug, dengan tambahan jarak tempuh sekitar tiga kilometer.

Selain itu, ancaman bencana susulan masih mengintai. Di lokasi yang sama terdeteksi pergerakan tanah sepanjang 40 meter dengan retakan mencapai kedalaman 30 sentimeter, yang menyebabkan badan jalan amblas dan berisiko tinggi untuk dilalui.

Di titik lain, tepatnya di Kampung Cilengka RT 32/11, longsor turut memperparah kondisi. Tebing setinggi sekitar dua meter runtuh sepanjang delapan meter dengan lebar tiga meter, menutup total badan jalan sehingga akses kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

“Untuk korban jiwa nihil, tidak ada warga yang mengungsi maupun mengalami luka-luka,” tambahnya.

Meski tidak menimbulkan korban, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Hingga kini, lokasi pergerakan tanah belum mendapat penanganan serius, sementara material longsor di Cilengka baru dibersihkan secara swadaya oleh warga dengan peralatan terbatas.

Upaya darurat telah dilakukan oleh P2BK Jampangtengah dengan melakukan koordinasi lintas instansi dan asesmen di lokasi terdampak. Penanganan melibatkan berbagai pihak, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil), pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

“Kami juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil,” ungkapnya.

Dadi menegaskan, dukungan alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan dan memulihkan akses jalan yang terputus agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Harapan kami ada dukungan alat berat agar akses jalan bisa segera dipulihkan dan aktivitas warga kembali normal,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Desa

PDF đź“„BANDARLAMPUNG – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disiapkan untuk menjadi aset dan milik desa …

Abu Vulkanik Tebal Menyebar ke Utara hingga Selatan Cianjur

PDF đź“„CIANJUR – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten …

27 Mata Air Dijaga, Kearifan Karang Bajo Dipuji Putri Victoria

PDF đź“„LOMBOK UTARA – Kearifan masyarakat Desa Adat Karang Bajo Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *