Wae Mapos Manggarai Timur Jadi Wisata Kesehatan Andalan Desa

MANGGARAI TIMUR Pemerintah dan pelaku wisata lokal mendorong pengembangan destinasi kesehatan berbasis alam setelah Air Panas Wae Mapos di Desa Compang Kempo, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin dikenal sebagai lokasi wisata terapi alami dengan debit air stabil sepanjang tahun dan lanskap persawahan yang masih asri.

Destinasi yang berada di kawasan desa tersebut kini tidak hanya dipandang sebagai objek wisata alam, tetapi juga mulai dilirik sebagai potensi wisata kesehatan karena karakter air panasnya yang dipercaya memiliki manfaat relaksasi hingga terapi kulit. Kondisi ini menjadikan Wae Mapos sebagai salah satu titik penting pengembangan wisata berbasis desa di wilayah tersebut.

Objek wisata ini memiliki empat sumber mata air panas dengan suhu yang stabil sepanjang tahun. Selain kolam alami, kawasan ini juga memiliki air terjun panas setinggi sekitar 30 meter yang menjadi daya tarik utama. Keunikan ini menjadikan Wae Mapos berbeda dari destinasi wisata air panas lain di wilayah Flores.

“Berbagai aktivitas dapat dilakukan di sana, antara lain berendam air panas dan mandi di air terjun panas yang bermuara ke Sungai Wae Dingin. Mandi di air terjun panas tentu memberikan sensasi dan pengalaman tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain,” ujar Albertus Jehamin sebagaimana dilansir Tribun Flores, Senin, (20/04/2026).

Selain daya tarik air panas, kawasan Desa Compang Kempo juga menawarkan panorama sawah terasering, perkebunan warga, serta suasana alam yang tenang. Pengunjung dapat menikmati kombinasi wisata relaksasi dan pemandangan alam dalam satu kawasan yang saling terhubung secara alami.

Akses menuju lokasi dimulai dari jalur Trans Flores, kemudian dilanjutkan perjalanan darat sekitar 15 menit menuju area parkir, sebelum trekking singkat menuju titik utama mata air panas. Meski membutuhkan usaha ekstra, jalur ini justru menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis petualangan yang ditawarkan.

Potensi Wae Mapos dinilai memiliki nilai strategis dalam pengembangan ekonomi desa berbasis pariwisata, terutama karena karakter alamnya yang masih terjaga dan mudah dikembangkan tanpa merusak ekosistem sekitar. Pemerintah daerah disebut terus mendorong peningkatan fasilitas dasar untuk mendukung kenyamanan wisatawan tanpa menghilangkan keaslian kawasan.

Dengan kombinasi wisata alam, kesehatan, dan budaya desa, Wae Mapos di Desa Compang Kempo diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan di Manggarai Timur yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Wisata Gunungkidul Didorong Naik Level Lewat Konservasi Burung

PDF đź“„KULON PROGO – Transformasi desa wisata berbasis konservasi di wilayah Kalurahan Kemiri dan Kalurahan …

Air Terjun Segunggung Jadi Hidden Gem Wisata Alam Sarolangun

PDF đź“„SAROLANGUN – Air Terjun Segunggung di Desa Kasiro, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, kian …

Omzet Rp722 Juta, Desa Lerep Tunjukkan Kemandirian Ekonomi

PDF đź“„KABUPATEN SEMARANG – Desa Wisata Lerep di Kecamatan Ungaran Barat mencatat capaian signifikan sepanjang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *