Pascabanjir, Warga Desa Pahlawan Dipulihkan Lewat Bantuan Ibadah

ACEH TAMIANG – Upaya pemulihan pascabanjir di Desa Pahlawan Kuala Simpang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh Tamiang), difokuskan pada pemulihan aktivitas spiritual warga melalui penyaluran perlengkapan ibadah oleh kalangan akademisi pada 7 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menyalurkan bantuan berupa sarung, mukena, dan sajadah kepada masyarakat terdampak banjir yang sebelumnya mengalami gangguan dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari proses pemulihan sosial dan psikologis warga setelah masa tanggap darurat bencana.

Pelaksana kegiatan, Muhammad Zacky Ardhyan, menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan ibadah diprioritaskan karena sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat setempat yang memiliki karakter religius kuat. “Banjir tidak hanya merusak rumah dan lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas spiritual masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap warga dapat kembali menjalankan ibadah dengan layak dan bermartabat,” ujarnya, sebagaimana dilansir Jurnalpost, Senin (20/04/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi bersama aparat desa dan tokoh masyarakat guna memastikan distribusi tepat sasaran. Selain bantuan logistik, kegiatan ini juga menjadi bentuk pendampingan sosial bagi masyarakat dalam masa pemulihan.

Program tersebut mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini menekankan nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam membantu warga bangkit dari dampak bencana.

Kepala Desa (Kades) Pahlawan Kuala Simpang menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada LPPM Universitas Samudra atas terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat tanggap darurat di desa kami. Bantuan ini sangat membantu warga dalam memulihkan aktivitas ibadah mereka,” ujarnya.

Ia berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut, terutama dalam program yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual masyarakat. Dengan sinergi berkelanjutan, warga diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan kondisi yang lebih kuat dan resilien. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kreatif! Ibu-Ibu PKK Desa Mluweh Daur Ulang Koran Bekas

PDF đź“„UNGARAN – Limbah koran bekas di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dimanfaatkan …

KKN UMAHA Tutup Pengabdian dengan Aksi Jaga Kebersihan Aliran Air

PDF đź“„SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Kelompok 1 …

Pohon Mangga Ditanam di Tepi Sungai, Warga Diminta Ikut Merawat

PDF đź“„PATI – Upaya mengurangi risiko erosi di kawasan tepi sungai menjadi sasaran mahasiswa Kuliah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *