Hari Kartini di Klaten Dirayakan Lewat Seni Bertema Krisis Global

KLATEN – Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Klaten dimaknai secara berbeda melalui penyelenggaraan pameran seni kontemporer “Tak Gendong” yang menyoroti isu krisis lingkungan dan peran perempuan, digelar di Ruang Publik Lima Benua, Dukuh Geritan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Senin (20/04/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Biennale Klaten ini tidak sekadar menjadi ajang pamer karya seni, tetapi juga ruang refleksi atas berbagai persoalan global seperti krisis energi, pangan, dan finansial yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya perempuan.

Penggagas kegiatan dari komunitas Temanku Lima Benua, Liben, menjelaskan bahwa tema yang diangkat mengandung makna kolektif dalam menghadapi berbagai krisis yang terjadi saat ini.

“Biennale Klaten ini pertama untuk memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi. ‘Tak gendong’ itu menggambarkan kondisi saat ini, di mana kita mengalami krisis energi, finansial, hingga pangan,” ujarnya sebagaimana diberitakan Tribun Solo, Senin, (20/04/2026).

“Sebuah krisis harus digendong bersama-sama. Termasuk krisis lingkungan, itu harus kita tanggung bersama,” imbuhnya.

Konsep yang diusung dalam pameran ini adalah environmental art atau seni lingkungan dengan tema “The Power of Women”, yang menitikberatkan pada kesadaran ekologis serta peran perempuan dalam menghadapi tantangan sosial.

Liben juga menyoroti bahwa perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak dalam berbagai krisis, sehingga pameran ini banyak menampilkan karya dari seniman perempuan serta partisipasi komunitas lokal seperti kelompok bank sampah.

“Di sini banyak karya seniman perempuan. Selain itu, ada juga ibu-ibu bank sampah yang rutin berkarya setiap bulan di Ruang Publik Lima Benua,” jelasnya.

Selain pameran, kegiatan turut diisi dengan berbagai agenda seperti pertunjukan tari modern, tari tradisional gedruk, hingga lomba mewarnai, yang melibatkan masyarakat secara luas.

Acara ini juga dihadiri perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Staf Khusus Menteri Bidang Media Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza, serta unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Purwanto dan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna.

Asrian menilai kegiatan ini sebagai bentuk kreativitas seniman daerah yang patut mendapat dukungan.

“Luar biasa. Ini contoh para seniman daerah yang mampu menunjukkan kemampuannya. Kegiatan seperti ini harus didukung,” pungkasnya.

Pameran ini dibuka untuk umum selama dua hari sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan seni. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Peresmian Ponpes di Muba, Fokus pada Integrasi Ilmu dan Karakter

PDF 📄MUSI BANYUASIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) menegaskan penguatan pendidikan berbasis keagamaan …

Sedekah Bumi Lebuawu 2026, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga

PDF 📄JEPARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar tradisi …

Jembul Tulakan Jepara Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Tradisi Leluhur

PDF 📄JEPARA – Tradisi Jembul Tulakan di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *