KABUPATEN BOGOR – Upaya penyelamatan warga menjadi fokus utama setelah banjir merendam enam desa di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), menyusul hujan deras berintensitas tinggi pada Sabtu (18/4/2026) malam. Sedikitnya 50 warga dievakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat dengan mengerahkan berbagai unsur penanganan darurat ke lokasi terdampak. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam situasi tersebut. “Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan, agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy, sebagaimana dilansir Antara, Senin (20/04/2026).
Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air yang menggerus tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik, sehingga aliran kali tersumbat dan meluap ke permukiman warga. Luapan air bahkan kembali terjadi pada malam hari, namun langsung ditangani petugas guna mencegah dampak lebih luas.
Enam desa terdampak meliputi Desa Cintamanik, Desa Argapura, Desa Bangunjaya, Desa Renggasjajar, Desa Batujajar, dan Desa Tegallega. Dari kejadian tersebut, tercatat 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga rumah rusak berat.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama unsur kecamatan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta aparat desa melakukan kaji cepat dan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait peningkatan kewaspadaan.
Selain evakuasi, penanganan juga dilakukan pada instalasi listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna memastikan keamanan warga. Bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor turut disalurkan, mencakup kebutuhan mendesak seperti perlengkapan bayi, selimut, pakaian, dan bahan pokok.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang. “Saya minta seluruh jajaran tetap siaga dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” ungkapnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara