Satgas PRR Salurkan Bantuan ke Penyintas Bener Meriah, Huntara Kian Layak

BENER MERIAH – Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menyalurkan bantuan logistik dan sosial kepada penyintas bencana hidrometeorologi di hunian sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Bantuan yang disalurkan pada Senin (20/4/2026) tersebut mencakup 222 paket perlengkapan dapur dan makan serta dua unit toren air berkapasitas 2.000 liter. Distribusi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat ketahanan sosial warga terdampak yang masih tinggal di huntara.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa kondisi penyintas di Desa Tunyang menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lalu datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa,” kata Tito, sebagaimana dilansir Gerbang Patriot, Selasa (21/04/2026).

Selain bantuan logistik, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan lanjutan berupa jaminan hidup (jadup) sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan. Kemudian, bantuan isi hunian senilai Rp3 juta serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.

Program bantuan tersebut dirancang untuk menjaga keberlangsungan hidup penyintas selama masa transisi dari huntara menuju hunian tetap (huntap). Pemerintah juga tengah mempercepat proses pembangunan huntap dengan dua skema, yakni pembangunan di lokasi semula (in-situ) dan pembangunan terpusat dalam kawasan komunal.

Tito menegaskan pentingnya percepatan pendataan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah agar pembangunan huntap dapat segera direalisasikan sesuai kebutuhan warga.

“Jadi saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati, apa pilihan dari warga-warga,” ujarnya.

Menurutnya, validitas data menjadi faktor kunci dalam menentukan pola pembangunan hunian tetap agar proses relokasi dan pemulihan berjalan efektif tanpa memperpanjang masa tinggal warga di huntara.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari evaluasi langsung pemerintah terhadap progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh, khususnya dalam memastikan layanan dasar dan fasilitas publik bagi penyintas telah terpenuhi dengan baik. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

3.700 Mangrove Ditanam, Benteng Hijau Pesisir Brebes Mulai Dibangun

PDF đź“„BREBES – Upaya melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi terus diperkuat di Desa Randusanga …

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Diisi Aksi Nyata Bersihkan Sungai dan Situ

PDF đź“„BOGOR – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di wilayah Bogor Barat dimanfaatkan sebagai momentum …

Warga dan Pemdes Kompak Bersihkan Gunungan Sampah di Pajangan

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Pemerintah Desa (Pemdes) Pajangan menutup permanen lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *