SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, memicu longsor yang menyebabkan kandang domba warga di Kampung Cijiwa, Desa Nangerang, ambruk pada Rabu (15/4/2026). Peristiwa ini memicu aksi cepat warga yang berhasil mengevakuasi sembilan ekor domba dari reruntuhan dalam kondisi selamat.
Longsor terjadi akibat pergerakan tanah di kawasan perbukitan yang jenuh air setelah hujan intensitas tinggi. Kepala Desa Nangerang, Sopyan, menjelaskan bahwa material tanah dari bagian atas lereng meluncur dan menghantam kandang ternak milik warga hingga rata dengan tanah.
“Tanahnya bergerak dari atas, tergerus air lalu meluncur menimpa kandang domba tersebut. Pemilik kandang sempat panik saat kandang ambruk, namun langsung mengevakuasi ternaknya ke tempat yang lebih aman dengan bantuan warga sekitar. Alhamdulillah seluruh domba berhasil diselamatkan,” ujar Sopyan kepada Sukabumi Update sebagaimana diberitakan Sukabumi Update, Kamis, (16/4/2026).
Evakuasi berlangsung dalam kondisi berisiko karena struktur tanah masih labil dan material reruntuhan bercampur lumpur tebal. Warga terlihat bahu-membahu membongkar puing kandang sambil memastikan domba yang terjebak dapat ditarik satu per satu.
Selain merusak kandang ternak, longsor dengan ketinggian tebing sekitar 120 meter itu juga berdampak pada sektor pertanian. Saluran irigasi Cibening sepanjang 50 meter tertimbun material tanah, membuat sekitar 2.000 meter persegi lahan sawah rusak dan sekitar 5 hektare lahan lainnya terancam kekeringan.
“Saluran irigasi Cibening terputus sepanjang 50 meter, sehingga berdampak pada lahan pertanian warga,” tambah Sopyan.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh adanya titik-titik pergerakan tanah lain di wilayah Desa Nangerang, yang membuat beberapa rumah warga berada dalam zona rawan bencana. Pemerintah desa bersama instansi terkait saat ini masih melakukan penanganan darurat serta pemantauan area terdampak.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah perbukitan Sukabumi. Pemerintah desa juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk pemulihan infrastruktur irigasi dan mitigasi bencana jangka pendek.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan lereng di Jampangtengah masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan meningkat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara