KAYUAGUNG – Warga Desa Kandis, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, memanfaatkan keranjang bekas buah sebagai kandang alternatif untuk memelihara anak ayam kampung, sebagai upaya sederhana meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.
Pemanfaatan barang bekas ini dilakukan karena banyaknya keranjang buah yang sebelumnya tidak terpakai. Kini, keranjang tersebut difungsikan sebagai kandang sementara bagi anak ayam agar lebih aman dan mudah dipindahkan.
Salah satu warga, Aris, mengaku saat ini telah memelihara sekitar enam hingga tujuh ekor anak ayam kampung menggunakan keranjang tersebut. Ia menyebutkan metode ini cukup efektif untuk menjaga pertumbuhan ayam.
“Alhamdulillah anak ayam tumbuh dengan baik,” terangnya.
Menurutnya, penggunaan keranjang bekas juga bertujuan untuk melindungi anak ayam dari ancaman hewan seperti tikus, sekaligus memudahkan proses pemberian pakan setiap hari.
“Jadi setiap pagi kandang tersebut dibuka, agar mudah memberikan makanannya berupa pur ayam sementara. Nanti kalau usianya cukup besar bisa mencari makanan sendiri,” ujarnya.
Aris menjelaskan, pemberian pakan dilakukan secara rutin setiap pagi dengan pur ayam serta air minum yang cukup, sambil tetap didampingi induknya.
“‘Nanti kalau sudah besar kan bisa dikonsumsi atau dijual,” bebernya.
Ia juga menambahkan bahwa memelihara ayam kampung memiliki perbedaan dibandingkan ayam potong, terutama dari segi waktu pertumbuhan dan cita rasa daging.
“‘Tapi rasa daging ayam kampung berbeda dibandingkan daging ayam potong. Daging ayam kampung lebih enak dan lezat,’’ katanya.
Inisiatif sederhana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga desa lain untuk memanfaatkan barang bekas sekaligus mendukung kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara