Solidaritas Petani Kendal Jaga Irigasi Demi Cegah Gagal Panen

KENDAL – Upaya menjaga keberlangsungan sistem irigasi pertanian di Desa Gondoharum, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terus dilakukan secara mandiri oleh petani setempat meski dihadapkan pada kondisi tebing curam yang rawan longsor. Jalur irigasi Wangan Blawong yang menjadi sumber utama pengairan sawah sepanjang sekitar tiga kilometer kini tertutup material longsor akibat hujan deras, sehingga mengganggu distribusi air ke lahan pertanian warga.

Kondisi tersebut membuat para petani tetap turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembersihan saluran air melalui kegiatan gotong royong tradisional yang dikenal dengan istilah Dawuhan. Kegiatan ini menjadi bentuk kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun sebagai upaya menjaga keberlanjutan pertanian di wilayah pegunungan.

Sekretaris Desa (Kades) Gondoharum, Nur Hasan Rokhim, menegaskan bahwa petani harus menghadapi risiko tinggi demi memastikan aliran air tetap berjalan normal. Ia menyebut, tanpa perbaikan segera, ancaman gagal panen dapat terjadi pada komoditas utama seperti padi, jagung, hingga kopi.

“Kami harus memastikan air tetap mengalir. Kalau tidak, tanaman kami bisa gagal panen,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa air memiliki peran vital dalam keberlangsungan hidup petani di wilayah tersebut, sehingga gangguan pada saluran irigasi berdampak langsung pada ketahanan pangan lokal.

“Air adalah nyawa bagi tanaman kami. Jika saluran tersumbat, maka harapan kami ikut tertimbun,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu petani, Slamet, menyampaikan bahwa solidaritas antarwarga menjadi kunci utama dalam menjaga aliran irigasi tetap berfungsi meskipun medan yang dihadapi cukup berbahaya. Ia bersama warga lainnya rutin membersihkan material longsor menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, dan gergaji.

“Kalau saluran ini tidak dibersihkan, sawah kami bisa kekeringan. Karena itu kami tetap gotong royong agar air bisa sampai ke lahan pertanian,” ucap Slamet.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam bentuk perbaikan permanen terhadap saluran irigasi yang terdampak longsor agar risiko serupa tidak terus berulang dan tidak mengancam hasil panen petani di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Layanan Kesehatan Desa Ditingkatkan Lewat Program ILP

PDF đź“„DEMAK – Upaya memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) …

Infrastruktur Desa Tertinggal, Pemerintah Janji Tindak Lanjut

PDF đź“„BULELENG – Ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali mencuat setelah akses jalan sepanjang sekitar 3 kilometer …

nfrastruktur Terabaikan, Warga Desa Limau Manis Siap Turun ke Jalan

PDF đź“„DELISERDANG – Warga Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang mendesak Pemerintah Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *