Anggaran DD Menyusut, Pulai Payung Hanya Bangun 3 Proyek

IPUH – Keterbatasan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2026 memaksa Pemerintah Desa (Pemdes) Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, memprioritaskan hanya tiga proyek pembangunan fisik, meski kebutuhan infrastruktur masyarakat masih cukup banyak.

Realisasi pembangunan tersebut ditandai dengan kegiatan titik nol atau peletakan batu pertama pada Jumat (10/4/2026), setelah sebelumnya Pemdes Pulai Payung menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama pada Kamis (02/3/2026). Adapun tiga kegiatan fisik yang dijalankan meliputi pembangunan satu unit box culvert, peningkatan jalan menuju Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), serta normalisasi saluran drainase.

Kegiatan titik nol tersebut turut dihadiri Camat Ipuh, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Pendamping Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta perangkat desa.

Kades Pulai Payung, Mustarrudin, menyampaikan bahwa kemampuan anggaran DD tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berdampak langsung pada jumlah kegiatan fisik yang dapat direalisasikan. Ia menjelaskan, sebagian besar anggaran dialihkan untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) serta program prioritas lainnya di tingkat desa.

“Ya, tahun ini hanya 3 item kegiatan fisik yang bisa kita laksanakan. Sesuai dengan kesiapan kita di desa, kemarin Jumat kita melaksanakan titik nol untuk memulai kegiatan fisik,” kata Mustarrudin.

Ia menegaskan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan seluruh tenaga kerja agar pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai perencanaan. Selain itu, masyarakat bersama BPD juga diminta aktif melakukan pengawasan guna memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

“Setelah pekerjaan fisik ini mulai dilaksanakan. Ayo sama-sama kita awasi. Sehingga semua pembangunan fisik yang kita kerjakan ditahun ini tidak sia-sia. Dan semua pekerjaan dikerjakan sesuai dengan perencanaan, Kemudian bisa selesai tepat waktu,” harapnya.

Lebih lanjut, Mustarrudin mengakui masih banyak usulan pembangunan dari masyarakat yang belum dapat direalisasikan tahun ini akibat keterbatasan anggaran. Ia menyebut kondisi tersebut bukan karena keinginan desa, melainkan akibat kebijakan penggunaan DD yang lebih difokuskan pada program prioritas seperti BLT-DD, ketahanan pangan, dan pencegahan stunting.

“Ya, kita mohon maaf kepada semua masyarakat. Karena banyak usulan pembangunan yang urgen belum bisa direalisasikan ditahun ini. Mudah-mudahan tahun depan anggaran untuk pembangunan fisik lebih besar, dan semua usulan masyarakat bisa diakomodir,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemdes Pulai Payung berharap pelaksanaan pembangunan yang terbatas tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta menjadi dasar perencanaan yang lebih optimal pada tahun berikutnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Mahasiswa Turun ke Desa, Perkuat Kesadaran Warga Cegah Stunting

PDF 📄TIMOR TENGAH SELATAN – Sebanyak 84 ibu rumah tangga yang terdiri atas ibu hamil …

Pemdes Winong Bahas Program Prioritas Desa untuk Dua Tahun Mendatang

PDF 📄GROBOGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Winong, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan …

Desa Toribulu Selatan Siapkan Langkah Nyata Atasi Stunting pada 2027

PDF 📄PARIGI MOUTONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Toribulu Selatan menggelar Musyawarah Rembuk Stunting Tematik sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *