BADUNG – Desa Pelaga di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung (Badung), Bali, mulai dilirik sebagai alternatif destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang menawarkan suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk kawasan wisata utama.
Berada di dataran tinggi, desa ini menghadirkan kombinasi udara sejuk, lanskap perkebunan hijau, serta ragam objek wisata yang belum padat pengunjung. Kondisi tersebut menjadikan Desa Pelaga sebagai pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di Bali.
Sejumlah destinasi unggulan tersebar di kawasan ini, salah satunya Air Terjun Nungnung yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Lokasi ini menawarkan panorama hutan tropis dengan aliran air deras serta kolam alami yang jernih, meski pengunjung harus menempuh ratusan anak tangga untuk mencapainya.
Selain itu, Bali Jhon Swing menghadirkan aktivitas wisata ayunan ekstrem di atas lembah dengan latar hutan dan sungai. Tempat ini juga menyediakan fasilitas bersantai sambil menikmati kopi luwak dengan pemandangan alam terbuka.
Pengalaman wisata berbasis edukasi dan budaya dapat ditemukan di Desa Wisata Pucak Tinggan yang berada di kaki Gunung Mangu. Kawasan ini menawarkan aktivitas seperti trekking, pembelajaran pengolahan kopi tradisional, hingga interaksi budaya seperti tari Bali dan kerajinan anyaman bambu.
Sementara itu, Gunung Catur atau Pucak Mangu menjadi pilihan bagi wisatawan yang menyukai pendakian. Jalur pendakian yang didominasi hutan tropis dan kabut memberikan pengalaman tersendiri, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam menuju puncak. Kawasan ini juga memiliki nilai sakral sehingga pengunjung diimbau menjaga etika selama berada di lokasi.
Destinasi lainnya, Air Terjun Tukad Bangkung, menyuguhkan suasana alami dengan panorama sawah dan pepohonan rindang. Lokasi ini dapat dicapai melalui jalur tangga yang cukup menantang dan menawarkan pengalaman relaksasi di tengah alam terbuka.
Pengembangan berbagai destinasi tersebut menunjukkan potensi Desa Pelaga sebagai kawasan wisata alternatif yang mengedepankan keseimbangan antara alam, budaya, dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara