Desa Didorong Aktif Dukung Program Nasional

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pembangunan desa melalui peran Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD), khususnya dalam mendukung program strategis nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, Andreas, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) kerja pendampingan TPP P3MD di Kecamatan Cisaat, Senin (6/4/2026). Rakor ini diikuti para pendamping desa serta unsur pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya penyelarasan program pembangunan.

Dalam arahannya, Andreas menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi antara pemerintah daerah, pendamping desa, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat.

“Para pendamping harus menjadi solusi bagi desa, tidak hanya urusan administratif. Totalitas, kolaborasi, dan komunikasi lintas sektoral sangat diperlukan,” ujar Andreas.

“Mudah-mudahan para pendamping bisa semakin kolaboratif bersama kepala desa, camat, dan pemerintah kabupaten,” tambahnya.

Ia juga mendorong pendamping desa untuk mengoptimalkan implementasi program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP), yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi desa.

“Program ini benar-benar menghidupkan wilayah. Karena itu desa harus menyiapkan sumber penghasilan yang bisa menyuplai MBG maupun KMP,” tegasnya.

Andreas turut menanggapi isu terkait anggaran desa, dengan menegaskan bahwa tidak ada pemotongan, melainkan pengalokasian ulang untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa.

“Ini adalah peluang besar bagi kepala desa untuk menggerakkan ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih. Saya ingin para pendamping mensosialisasikan hal ini agar tidak ada keluhan,” tuturnya.

Selain itu, program MBG disebut memiliki dampak berlapis terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi lokal.

‎”Program MBG memiliki multiplier effect, selain memperbaiki gizi, program ini mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal meningkatkan kualitasnya agar bisa terlibat langsung,” tegasnya.

Koordinator TPP Sukabumi, Asep Saepul Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan rakor ini bertujuan menyelaraskan agenda pendampingan di seluruh desa. Saat ini, jumlah TPP P3MD di Sukabumi mencapai 107 orang yang terdiri dari tenaga ahli, pendamping desa, dan pendamping lokal desa.

“Akan dibuka rekrutmen untuk sekitar 50 posisi Pendamping Lokal Desa (PLD), 30 posisi pendamping desa di tingkat kecamatan, dan 2 posisi tenaga kabupaten,” ungkap Asep.

Ia menambahkan, peran pendamping desa sangat strategis dalam mendukung tata kelola pembangunan, mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, hingga penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Melalui penguatan kolaborasi ini, Pemkab Sukabumi berharap pembangunan desa dapat berjalan lebih terarah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Transparansi Dana Desa Jadi Sorotan, BumDes Nanga Mbaur Mandek

PDF đź“„MANGGARAI TIMUR – Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Desa Nanga Mbaur, …

Petani Desa Sidoharjo Hadapi Kerugian Ratusan Juta Akibat Banjir

PDF đź“„DEMAK – Ratusan hektar lahan persawahan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa …

Edukasi Keimigrasian Masuk Desa, Imigrasi Gandeng Warga Parepare

PDF đź“„PAREPARE – Upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai diperkuat dari tingkat akar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *