Akses Warga Terganggu, Longsor Terjang Kare dan Dagangan

MADIUN – Bencana tanah longsor yang terjadi di dua desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengganggu akses vital masyarakat setelah material tanah menutup jalur penghubung di Desa Bodag, Kecamatan Kare, dan Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Selasa (7/4/2026). Peristiwa ini dipicu hujan deras berkepanjangan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (6/4/2026) malam.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, menyatakan longsor terjadi hampir bersamaan di dua titik sehingga berdampak langsung pada mobilitas warga.

“Ada dua titik longsor, pertama di Desa Bodag Kecamatan Kare dan kedua di Desa Ngranget Kecamatan Dagangan. Kejadian berlangsung hampir bersamaan sehingga menutup akses jalan yang setiap hari dilalui warga,” ujarnya.

Material longsor yang cukup besar membuat proses pembersihan tidak dapat dilakukan secara manual. BPBD Madiun pun berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat penanganan di lokasi terdampak.

“Sudah kami komunikasikan dengan Dinas PU untuk membantu penyediaan alat berat karena material longsor cukup besar,” jelasnya.

Meski jalur utama sempat terganggu, akses tidak sepenuhnya terputus. Warga sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif demi menjaga keselamatan.

“Secara total tidak tertutup, tetapi demi keamanan masyarakat kami arahkan menggunakan jalur yang relatif aman terlebih dahulu,” katanya.

BPBD menargetkan proses pembersihan dapat rampung pada Rabu (8/4/2026) agar aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi dan pelajar menuju sekolah, dapat kembali normal. Selain itu, petugas juga memasang terpal di titik rawan guna mengantisipasi longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih jenuh air.

Ageng menambahkan, dalam beberapa pekan terakhir bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian di wilayah tersebut, mulai dari pohon tumbang hingga tanah longsor. Ia mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan intensitas tinggi dan angin puting beliung dalam beberapa bulan ke depan agar risiko bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana serupa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Transparansi Dana Desa Jadi Sorotan, BumDes Nanga Mbaur Mandek

PDF 📄MANGGARAI TIMUR – Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Desa Nanga Mbaur, …

Petani Desa Sidoharjo Hadapi Kerugian Ratusan Juta Akibat Banjir

PDF 📄DEMAK – Ratusan hektar lahan persawahan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa …

Edukasi Keimigrasian Masuk Desa, Imigrasi Gandeng Warga Parepare

PDF 📄PAREPARE – Upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai diperkuat dari tingkat akar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *