Kemenkop Gandeng MUI, Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Umat

JAKARTA – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat distribusi dan pemasaran produk masyarakat melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, (7/4/2026), di Kantor MUI, Menteng.

Kerja sama tersebut diteken oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Cholil Nafis, sebagai langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat berbasis koperasi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dirancang memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai penyalur barang subsidi, penampung hasil produksi masyarakat, serta sebagai saluran distribusi program pemerintah dan perusahaan.

“Fungsi ketiga adalah akan menjadi instrumen terbawah untuk menyalurkan program-program dari pemerintah dan perusahaan. Apakah nanti itu BLT, Bansos, bantuan penerima keluarga harapan PLH, bantuan pangan non-tunan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koperasi ini juga akan menjadi ruang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, termasuk produk yang dihasilkan organisasi masyarakat (ormas) Islam di bawah naungan MUI.

“Apakah barangnya mulai dari sampo, sabun, deterjen, kecap, sambel dan lain sebagainya. Kami akan memprioritaskan produk-produk UMKM lokal, apalagi misalnya diproduksi oleh ormas-ormas Islam,” ujarnya.

Untuk mendukung implementasi program, Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi akan memberikan dukungan berupa kurasi, inkubasi, hingga pembiayaan terhadap produk yang dihasilkan masyarakat.

“Saya janji akan saya tempatkan di rak-rak yang paling depan dari gerai-gerai Koperasi Merah Putih,” tegasnya.

Selain menjadi saluran distribusi, koperasi ini juga diharapkan mampu menyerap hasil produksi masyarakat desa sebelum dipasarkan ke tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendorong penguatan sektor riil.

Waketum MUI Cholil Nafis menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi jika dijalankan secara kolektif oleh anggotanya.

“Baik kekuatan pesantren, pendidikan Islam, masjid dan semua potensi masyarakat di bawah ormas itu kita satukan dalam bentuk mendukung terhadap koperasi ini. Tenaga-tenaga kami dari ormas bisa membantu menjadi manajer. Kemudiaan kami yang punya produk-produk itu nanti bisa dijual ke koperasi,” sambungnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini akan mempermudah akses pembiayaan serta distribusi produk masyarakat.

“Kemudiaan produk yang kita punya juga tidak sulit untuk penjualannya dan juga distribusinya,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah dan MUI berharap koperasi dapat menjadi instrumen utama dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Rapat Lintas Kecamatan, Morut Fokus Finalisasi Batas Desa

PDF 📄MOROWALI UTARA – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) mempercepat penyelesaian penegasan batas desa …

Posyandu Naik Level, Kini Tangani 6 Layanan Dasar Sekaligus

PDF 📄GIANYAR – Transformasi layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi lebih luas melalui kebijakan baru …

Pemkab Landak Usul Lepas Kawasan Hutan Demi Kepastian Warga

PDF 📄LANDAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak mengambil langkah strategis dengan mengusulkan pelepasan sebagian kawasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *