TANJUNG JABUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi, meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau pada April 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Barat telah menyiagakan seluruh personel guna mengantisipasi munculnya titik api, khususnya di wilayah desa rawan.
Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikri, menyatakan bahwa langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal masa peralihan musim atau pancaroba. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada periode 2 hingga 28 April 2026 masih tergolong aman meski potensi hujan tidak merata.
“Di bulan april ini memang masih ada potensi hujan tapi tidak merata,” ujarnya.
Zulfikri mengungkapkan, terdapat 29 desa di enam kecamatan yang masuk kategori rawan karhutla. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Batang Asam, Senyerang, Betara, Pengabuan, Tebing Tinggi, dan Bram Itam. Dari seluruh kecamatan tersebut, Kecamatan Betara menjadi daerah dengan jumlah desa rawan terbanyak.
Adapun desa yang masuk kategori rawan di Kecamatan Betara antara lain Desa Bungatanjung, Serdang Jaya, Terjun Jaya, Sungai Terap, Teluk Kulbi, Muntialo, dan Lubuk Terantang. Selain itu, wilayah lain seperti Kecamatan Kuala Betara, Bram Itam, Pengabuan, Senyerang, Batang Asam, dan Tebing Tinggi juga memiliki sejumlah desa dengan tingkat kerawanan serupa.
BPBD Tanjab Barat menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah kebakaran, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran. Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, praktik tersebut juga berpotensi memperluas titik api yang sulit dikendalikan saat musim kemarau.
Pemkab Tanjab Barat berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat menekan risiko karhutla di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan dini dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak kebakaran, baik terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara