Infrastruktur hingga Sertifikat Tanah Jadi Sorotan Warga Jember

JEMBER – Dialog antara tokoh masyarakat dan kader Posyandu dalam program Bunga Desaku di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan strategis, mulai dari infrastruktur hingga legalitas tanah, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Lampeji ini menghadirkan Muhammad Fawait yang berdiskusi langsung dengan masyarakat selama rangkaian program dua hari pada 6–7 April 2026. Forum tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi warga secara terbuka.

Ketua Rukun Warga (RW) 01 Dusun Krajan, Amiruddin, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait pembangunan daerah. Ia menyoroti perlunya optimalisasi infrastruktur penunjang, khususnya akses menuju bandara di Jember yang dinilai belum memadai.

“Bandara adalah tolak ukur kemajuan ekonomi, tapi sarana penunjangnya masih kurang. Kami berharap ada perhatian khusus untuk jembatan dan fasilitas pendukung lainnya agar ekonomi warga sekitar ikut terangkat,” kata Amiruddin.

Selain infrastruktur, Amiruddin juga menyoroti persoalan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria) yang dinilai masih menyulitkan masyarakat. Ia mengusulkan adanya evaluasi terhadap target yang ditetapkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar lebih fleksibel.

“Target baku dari BPN dapat dievaluasi atau bahkan dihapus agar lebih fleksibel mengikuti kondisi riil di setiap desa. Karena masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak terbebani oleh aturan target yang sulit terpenuhi, sehingga proses kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) menjadi lebih lancar,” ulasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amiruddin turut mengangkat isu kesejahteraan pengurus lingkungan di tingkat RW, termasuk usulan pengadaan seragam dan sepatu sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja mereka dalam pelayanan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program bantuan ekonomi seperti “Gerobak Cinta” yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa. Menurutnya, masih terdapat warga yang belum mendapatkan bantuan tersebut pada periode sebelumnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Fawait menyatakan bahwa masukan dari masyarakat menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan daerah. Diskusi berlangsung interaktif dengan pendekatan yang santai namun substansial.

Kegiatan ini mencerminkan upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat desa dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih inklusif, khususnya di wilayah Kecamatan Mumbulsari dan sekitarnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Hendrosari Jadi Contoh Sukses Ekonomi Kerakyatan Melalui KUR BRI

PDF đź“„GRESIK – Transformasi ekonomi desa tidak lagi sebatas jargon. Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten …

Simalungun Perkuat Infrastruktur Desa Lewat Jembatan Aramco

PDF đź“„SIMALUNGUN – Pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah pedesaan di Kabupaten Simalungun mulai direalisasikan melalui proyek …

MBG Disebut Jadi Mesin Ekonomi Desa, Perputaran Capai Rp300 Triliun

PDF đź“„MAKASSAR – Program makan bergizi gratis dinilai berpotensi menjadi pengungkit utama ekonomi pedesaan dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *