PIDIE – Inovasi pertanian berbasis teknologi dan matematika kini mulai merambah Desa Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Aceh. Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) memperkenalkan sistem penyiraman tanaman tomat berbasis drip irrigation yang dirancang agar penggunaan air lebih efisien dan hasil panen meningkat, sebagai bagian dari program Mahasiswa Berdampak 2026 bertema Pemulihan Bencana.
Ketua tim pelaksana, Junaidi, menjelaskan, “Petani menyiram tanaman berdasarkan kebiasaan, bukan perhitungan. Akibatnya, penggunaan air tidak efisien dan hasil produksi belum optimal.” Melalui sistem irigasi tetes ini, air dialirkan langsung ke akar dengan debit dan durasi yang sesuai luas lahan, jumlah tanaman, dan fase pertumbuhan.
Dosen pendamping, Karnilawati, menambahkan, “Sistem ini efektif karena mampu mengatur distribusi air secara presisi sesuai kebutuhan tanaman. Dengan pola penyiraman terukur, efisiensi meningkat dan hasil panen lebih optimal.”
Program ini melibatkan dua kelompok tani dengan total 40 anggota. Selain pemasangan alat, mahasiswa juga memberikan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Respons masyarakat sangat positif karena teknologi ini menghemat air, mengurangi tenaga kerja, dan mempermudah penyiraman.
Hasil awal menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air serta potensi kenaikan produksi tomat. Petani juga mulai memahami manajemen usaha tani yang lebih terstruktur, mencakup produksi dan pemasaran. Sekitar 50 mahasiswa dari berbagai program studi berpartisipasi dalam survei lapangan, instalasi teknologi, hingga pendampingan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di daerah lain, mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat desa di Aceh. []
Redaksi02 |Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara