SLEMAN – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan program penguatan kapasitas masyarakat melalui Promosi dan Kelembagaan Desa Wisata Pancoh pada 3 April 2026. Program ini bertujuan membekali warga desa dengan keterampilan pengelolaan wisata yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing desa wisata di era digital.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan koordinasi dan survei lapangan bersama pengelola Desa Wisata Pancoh untuk memastikan kesiapan teknis dan mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat. Ketua Desa Wisata Pancoh, Ngatijan, mengapresiasi langkah ini dan berharap pelatihan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa, baik dari sisi ekonomi maupun kelembagaan.
Materi pertama disampaikan oleh Heru Kurnianto Tjahjono, yang menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan masyarakat desa. Ia menyatakan, “Desa wisata harus dikelola dengan pola pikir mandiri, kreatif, dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi.” Heru menambahkan bahwa kekuatan desa wisata terletak pada kemampuan masyarakat mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai jual.
Sesi berikutnya diisi oleh Ristanti, praktisi pariwisata sekaligus akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPRAM). Ia menggarisbawahi pentingnya kelembagaan solid dan pelayanan prima (hospitality) dalam menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan. “Keberhasilan destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau budaya, tetapi juga oleh sistem manajemen dan pelayanan berkualitas,” ujar Ristanti.
Sebagai dukungan nyata, tim UMY menyerahkan peralatan produksi konten digital kepada pengelola desa. Selain itu, pelatihan pembuatan konten digital dipandu oleh Israr Ardiansyah, seorang jurnalis dan praktisi komunikasi, meliputi teknik fotografi, videografi, dan strategi media sosial untuk promosi efektif. Peserta terlihat antusias, terutama saat praktik langsung, menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berkembang.
Program ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola desa wisata secara mandiri. Dengan keterampilan baru, diharapkan Desa Wisata Pancoh mampu mengoptimalkan potensi desa, memperluas jangkauan promosi, dan tumbuh menjadi destinasi unggul dalam pengelolaan dan pelayanan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara