Dari Desa Talang Durian, Budaya Talang Mamak Tetap Bertahan

INDRAGIRI HULU – Komunitas Suku Sungai Jirak Talang Mamak menegaskan komitmen menjaga warisan adat melalui perayaan Hari Jadi Halaman Silat ke-16 yang digelar di Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Minggu (05/04/2026). Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga simbol keberlanjutan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Perayaan berlangsung khidmat dengan menampilkan kekayaan tradisi Talang Mamak. Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh adat Melayu Inhu, Marwan MR, yang memenuhi undangan Batin Suku Sungai Jirak, Bangka, bersama perwakilan perusahaan sebagai mitra wilayah. Unsur adat turut mendampingi, seperti Manti dan Katuha yang memiliki peran penting dalam struktur kepemimpinan adat.

Marwan MR menyampaikan apresiasi atas kesempatan mendengar langsung sejarah dan aspirasi masyarakat adat Talang Mamak. Ia menegaskan bahwa berbagai masukan akan diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

“Terima kasih atas undangan ini. Kebetulan saya juga berada di Dewan Pendidikan yang fokus pada penguatan adat dan kebudayaan di Kabupaten Inhu. Cerita dan harapan masyarakat Talang Mamak ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” ujar Marwan MR.

Batin Sungai Jirak, Bangka, menegaskan bahwa silat memiliki makna lebih dari sekadar seni bela diri, melainkan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan adat masyarakat Talang Mamak.

“Kami menjaga tradisi dan adat kami. Dalam adat Talang Mamak, pernikahan dianggap belum sah secara adat jika tidak ada penampilan silat. Bahkan mempelai laki-laki wajib menguasai silat Pangean,” ungkap Batin Model.

Ia menjelaskan bahwa komunitas Talang Mamak dalam wilayah Rakit Kulim masih mempertahankan sistem adat yang kuat, termasuk keberadaan 19 batin dan patih dalam struktur Suku Enam Balai.

Selain menjaga tradisi, masyarakat juga mempertahankan kelestarian lingkungan melalui pengelolaan hutan adat seluas sekitar 71 hektare yang tersebar di beberapa kawasan.

“Kami masih mampu menjaga hutan alami Talang Mamak seluas kurang lebih 71 hektare,” kata Batin Model.

Rincian kawasan tersebut meliputi hutan Suku Sungai Jirak, Tanah Tuha di Sungai Tunu, kawasan Danau Tujuh, serta hutan Suku Ampang Delapan yang hingga kini tetap dijaga secara kolektif oleh masyarakat.

Perayaan Halaman Silat yang berlangsung selama dua hari ini menjadi wujud nyata konsistensi masyarakat adat dalam melestarikan budaya sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari warisan leluhur. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Lingkungan Bersih, Warga Sehat: Gotong Royong di Desa Poto Tano

PDF 📄SUMBWA BARAT – Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesiapan fasilitas di Desa Poto Tano, …

Wisata Alam di Desa Babakanmulya Ramai Saat Libur Paskah

PDF 📄KUNINGAN – Libur Paskah dimanfaatkan wisatawan untuk mengunjungi Bumi Pelangi di Desa Babakanmulya, Kecamatan …

Desa Pegayaman Jadi Lokasi Proyek Prestisius Turyapada Tower

PDF 📄BULELENG – Pembangunan Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *