BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai menyusun strategi pelaksanaan program Satu Desa Satu Santri guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan hingga ke tingkat desa.
Program yang menyasar anak-anak desa ini bertujuan membuka akses pendidikan pesantren sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter religius dan daya saing.
Pemprov Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tengah menyiapkan regulasi serta skema teknis agar program dapat berjalan secara efektif di seluruh wilayah.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyebut program tersebut merupakan investasi jangka panjang daerah dalam membangun kualitas generasi muda.
“Program ini kami rancang untuk melahirkan generasi desa yang cerdas dan kuat secara moral,” ujar Khairil Anwar.
Ia menilai, penguatan nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat desa yang berdaya dan berkarakter, sebagaimana diberitakan Rakyat Bengkulu, Senin (06/04/2026).
Namun demikian, pelaksanaan program menghadapi tantangan pada aspek pembiayaan di tingkat desa. Dengan penyesuaian dana desa yang kini berkisar Rp300 juta per desa, Pemprov Bengkulu menyiapkan skema pendanaan kolaboratif.
Pendanaan program tidak hanya bersumber dari dana desa, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, termasuk swadaya masyarakat, dukungan pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami menyadari kondisi fiskal desa saat ini. Pembiayaan akan dikolaborasikan dari berbagai pihak,” jelasnya.
“Kita dorong kolaborasi masyarakat, pemerintah, BAZNAS, hingga dunia usaha melalui CSR,” tambah Khairil.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Bengkulu menargetkan lahirnya santri-santri desa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat.
Program ini diharapkan dapat memperkuat identitas religius daerah sekaligus mendorong pembangunan desa berbasis nilai moral dan spiritual secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara