KUTAI TIMUR – Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui beroperasinya ribuan Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih pada awal 2026. Per akhir Maret 2026, sebanyak 3.135 KopDes telah rampung dibangun dan siap menjalankan kegiatan usaha, sementara 34 ribu unit lainnya sedang dalam tahap finalisasi, dengan target beroperasi penuh pada Mei 2026.
Menanggapi hal ini, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, “Pembangunan fisik gerai dan perlengkapan untuk 3.135 unit KopDes Merah Putih sudah selesai 100 persen. Saat ini, sedang berlangsung pembangunan 34 ribu unit lainnya, yang diharapkan rampung dalam dua bulan ke depan.” Ferry menekankan, hadirnya koperasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Selain fasilitas fisik, setiap KopDes yang selesai dibangun juga mendapatkan dukungan kendaraan operasional berupa satu unit pikap dan satu unit truk. Bantuan ini bertujuan mempermudah mobilitas dan distribusi hasil panen anggota serta masyarakat sekitar, sehingga operasional koperasi bisa berjalan optimal.
Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) telah mengimpor 105 ribu unit kendaraan dari India untuk mendukung kegiatan KopDes di seluruh Indonesia. Ribuan kendaraan sudah disalurkan ke koperasi yang siap beroperasi. Namun, Ferry menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan pengadaan kendaraan dari industri otomotif nasional. “Jika kapasitas produksi dalam negeri tidak mencukupi, alternatif pengadaan dari luar negeri akan ditempuh,” tambahnya.
Target utama dari percepatan operasional KopDes Merah Putih ini adalah mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan total 80 ribu koperasi beroperasi, pemerintah optimistis perekonomian bisa tumbuh sesuai sasaran. Koperasi juga diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha lokal, meningkatkan pendapatan anggota, dan memperkuat semangat gotong royong di masyarakat.[]
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara