PALEMBANG – Lonjakan pendaki terjadi di Gunung Dempo, Sumatera Selatan (Sumsel), setelah jalur pendakian resmi dibuka kembali usai penutupan selama dua bulan untuk perbaikan, dengan jumlah pengunjung mencapai ratusan orang hanya dalam dua hari pertama.
Pembukaan kembali jalur pendakian sejak Kamis (26/3/2026) langsung disambut antusias para pendaki, terutama pada momen libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Gunung Dempo yang dikenal memiliki trek panjang dan menantang kembali menjadi magnet bagi pecinta alam dari berbagai daerah.
Berdasarkan pantauan di Basecamp Balai Registrasi Gunung Api Dempo (BRIGADE), aktivitas registrasi pendaki meningkat signifikan. Ratusan kendaraan roda dua terlihat memadati area basecamp sebagai indikator tingginya minat pendakian.
Salah satu petugas BRIGADE, Afid, mengungkapkan jumlah pendaki yang tercatat sejak hari pertama hingga hari kedua pembukaan mencapai ratusan orang. “Untuk kemarin hingga hari ini berkisar 800 hingga 900 pendaki yang telah melakukan pendakian. Iya kita kemarin tutup dari bulan 1 sampai dibukanya kemarin, mungkin ini menjadi salah satu faktor banyak nya pendaki,” katanya saat dijumpai.
Ia menyebut mayoritas pendaki berasal dari luar daerah, seperti Kota Palembang, Bengkulu, Jambi, hingga Makassar. Kondisi ini menunjukkan daya tarik Gunung Dempo sebagai destinasi favorit pendaki lintas provinsi.
Selain itu, Afid juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan perlengkapan bagi para pendaki. “Untuk imbauan kepada seluruh pendaki, mungkin harus menyiapkan diri sebelum pendakian, mengenal trek serta mempersiapkan peralatan yang memadai dan juga pakaian hangat maupun obat-obatan serta makanan. Yang paling penting jangan membuat sampah sembarangan di Gunung Dempo,” ujarnya.
Di sisi lain, ia berharap adanya perhatian dari instansi terkait terhadap kondisi basecamp yang menjadi titik awal pendakian. Beberapa fasilitas dilaporkan mulai mengalami kerusakan akibat usia, sehingga membutuhkan perbaikan untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan pendaki.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, pengelolaan fasilitas dan kesadaran pendaki dalam menjaga lingkungan diharapkan dapat berjalan seimbang agar kelestarian Gunung Dempo tetap terjaga di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara