Majalengka Jadi Titik Singgah, Kuliner Tradisionalnya Makin Diburu

MAJALENGKA – Aksesibilitas yang semakin terbuka melalui Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) dan kedekatan dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mendorong Kabupaten Majalengka sebagai titik singgah strategis, sekaligus memperkuat daya tarik kuliner tradisional yang kini kian diburu wisatawan dan pemudik.

Perkembangan infrastruktur tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga memperluas eksposur ragam kuliner lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Sejumlah makanan khas dengan cita rasa autentik menjadi alternatif daya tarik selain destinasi wisata alam maupun budaya di wilayah tersebut.

Salah satu produk unggulan adalah kecap manis khas Majalengka yang telah diproduksi sejak era 1940-an oleh industri rumahan. Berbahan dasar kedelai hitam yang difermentasi, kecap ini memiliki tekstur kental dan rasa manis gurih dari gula aren asli tanpa tambahan pemanis buatan. Produk ini banyak dijual di pusat oleh-oleh dengan harga berkisar Rp16.000 hingga Rp31.000 per botol.

Selain itu, oncom goreng kering menjadi camilan khas yang cukup diminati. Berbahan dasar oncom dari fermentasi bungkil kacang tanah, makanan ini diolah hingga renyah melalui proses penggorengan ganda. Produk tersebut dikenal tahan lama dan banyak diproduksi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kadipaten.

Kuliner lain yang tak kalah unik adalah olahan ampas kecap. Bahan sisa produksi kecap ini dimanfaatkan menjadi hidangan tumis dengan tambahan bumbu seperti cabai, bawang, dan tomat. Rasanya yang gurih menjadikannya sebagai lauk pelengkap yang masih diminati masyarakat lokal hingga kini.

Sementara itu, gula cakar hadir sebagai pemanis tradisional dengan tampilan khas berwarna merah muda dan tekstur berpori. Produk ini biasa digunakan untuk campuran minuman panas dan dijual di sepanjang jalur utama maupun pasar rakyat dengan harga relatif terjangkau.

Tak hanya itu, terdapat pula katel, yakni kecambah kedelai muda yang menjadi sayuran khas Majalengka. Katel umumnya diolah dengan cara ditumis cepat atau dijadikan lalapan, mempertahankan tekstur renyah dan rasa segar yang menjadi ciri khasnya.

Ragam kuliner tersebut menjadi representasi kekayaan lokal yang terus bertahan di tengah modernisasi, sekaligus memperkuat identitas Majalengka sebagai destinasi singgah berbasis potensi pangan tradisional. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Menyusuri Kampung Lio, Desa Cantik dengan Jejak Sejarah Dunia

PDF 📄SUKABUMI – Kampung Lio di Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyimpan paradoks antara …

Ratusan Warga Nganjuk Rayakan Lebaran Ketupat dengan Kirab Unik

PDF 📄NGANJUK – Tradisi kirab gunungan ketupat atau “kupatan” di Dusun Kepuhbener, Desa Kadungrejo, Kecamatan …

Desa Janjang Resmi Jadi Desa Budaya, Wisata Religi Makin Dilirik

PDF 📄BLORA – Tradisi tahunan Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora (Blora), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *