NUNUKAN – Pada Lebaran 2026, kunjungan keluarga ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), justru menurun dibanding tahun sebelumnya. Dari 2.157 kunjungan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada 2025, tahun ini hanya tercatat 1.909 pengunjung selama empat hari perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penurunan ini dianggap bukan indikator berkurangnya perhatian keluarga terhadap warga binaan.
Kalapas Nunukan, Puang Dirham, menegaskan, “Penurunan kunjungan ini jangan diartikan sebuah cerminan dari harapan keluarga WBP yang tak peduli. Saya yakin mereka menyimpan kerinduan dan memiliki harapan besar untuk perubahan perilaku para warga binaan,” sebagaimana dilansir Kompas, Kamis, (26/03/2026). Pihak lapas tetap mengatur kunjungan agar berjalan aman, nyaman, dan bermakna, sambil menekankan pelayanan humanis tanpa mengendurkan pengawasan keamanan.
Meski jumlah kunjungan keluarga menurun, destinasi wisata internal Lapas Nunukan, SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) LANUKA, justru mencatat kenaikan pengunjung. Tahun ini tercatat 4.584 pengunjung, naik dari 4.186 orang pada Lebaran 2025. SAE LANUKA adalah perbukitan wisata edukatif yang dikelola langsung oleh WBP, menampilkan aktivitas pertanian, peternakan, dan perkebunan. Anak-anak dapat bermain di kolam buatan dan berfoto di spot ikonik, sementara ikon budaya seperti Tugu Mandau dan Talawang (tameng khas Dayak) mengingatkan pada konsekuensi perbuatan dan nilai etika.
Puang menambahkan, “Penghasilan dari penjualan tiket kita bayarkan untuk pajak negara, sebagian untuk operasional demi perawatan dan kenyamanan SAE LANUKA. Kita juga sediakan oleh-oleh khas SAE LANUKA, yang semua buatan WBP. Ada kaos sablon, beragam kuliner, kaligrafi hingga batik khas Nunukan, Lulantatibu, yang menjadi salah satu simbol persatuan etnis di perbatasan RI – Malaysia,” []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara