CIANJUR, DESA – NUSANTARA: Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah perangkat desa di Kabupaten Cianjur mengeluhkan belum cairnya penghasilan tetap (siltap) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Hingga empat hari sebelum Lebaran, dana tersebut dilaporkan belum diterima oleh sebagian perangkat desa.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan aparatur desa karena waktu kerja yang tersisa semakin terbatas. Hari kerja terakhir menjelang libur Lebaran dijadwalkan pada Selasa, 17 Maret 2026, sementara hingga Senin, 16 Maret 2026, sebagian perangkat desa mengaku belum menerima hak mereka.
Seorang perangkat desa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai keterlambatan pencairan dana menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan administrasi.
“Miris aja, bupati bagus medsos, tapi dalam administrasi acak-acakan, buktinya dana ADD kabupaten belum masuk. Untuk RT saja baru masuknya Jumat kemarin,” katanya, Senin, 16 Maret 2026.
Keterlambatan pencairan siltap dinilai menjadi tekanan tersendiri bagi perangkat desa, terutama karena kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya meningkat. Banyak aparatur desa mengandalkan penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat Lebaran.
Selain itu, terbatasnya waktu kerja membuat peluang pencairan dana sebelum masa libur dinilai semakin sempit. Jika pencairan tidak segera dilakukan, sebagian perangkat desa dikhawatirkan harus menjalani perayaan Lebaran tanpa menerima gaji bulan berjalan.
Situasi ini memunculkan harapan agar pemerintah daerah segera menuntaskan proses administrasi dan menyalurkan dana ADD sehingga hak perangkat desa dapat diterima sebelum libur panjang Idulfitri.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara