CSR PT BMN Perkuat Ekonomi Desa di Bantul

GUWOSARI DESA NUSANTARA Penguatan ekonomi desa kembali mendapatkan dorongan melalui peresmian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kandang ternak dari PT Berdikari Meubel Nusantara (PT BMN) sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, PT BMN, serta Badan Usaha Milik Kalurahan (BumKal) Pajangan dan Sriharjo. Kegiatan tersebut digelar di Lumbung Mataraman Banjaran, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi produktif di pedesaan, khususnya dalam mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan industri kecil dan menengah di wilayah desa.

Direktur PT BMN menyampaikan kebanggaannya dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa. Ia menegaskan bahwa momentum ini merupakan saat yang tepat untuk berkontribusi secara nyata kepada desa-desa dan daerah.

“inilah saatnya berkontribusi untuk desa-desa dan daerah sesuai asta cita presiden yang keenam yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bantul menilai langkah tersebut sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan daerah. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut bahwa penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini menjadi prioritas daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Arah pembangunan di Kabupaten Bantul adalah pertumbuhan ekonomi inklusif yaitu pertumbuhan ekonomi di tingkat usaha mikro kecil dan menengah. Jadi tepatlah kalau hari ini kita menyaksikan rencana penandatanganan investasi ini di desa atau kalurahan,” ungkap Halim.

Dukungan pemerintah pusat juga menguatkan arah kebijakan pembangunan ekonomi berbasis desa. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“BUMDes harus hadir bukan hanya sebagai lembaga administratif, namun sebagai aktor ekonomi yang memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat. Perannya antara lain Penyumbang Pendapat Asli Daerah, Konsolidator produk dan komoditas unggulan desa, Pengungkit kegiatan ekonomi, Motor utama dalam produksi, dan peningkatan nilai tambah,” tutur Ahmad Riza.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta ekosistem usaha desa yang lebih mandiri, produktif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Kekeringan Landa 15 Desa di Malang, 19.013 Jiwa Terdampak

PDF đź“„MALANG – Kekeringan yang melanda 15 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa …

Lima Calon Kades Cibogo Resmi Kantongi Nomor Urut Pilkades 2026

PDF đź“„SUBANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, memasuki tahapan penetapan …

334 Perangkat Desa Kosong Hampir 3 Tahun, DPRD Batang Soroti Pelayanan Warga

PDF đź“„BATANG – Pengisian 334 formasi perangkat desa yang kosong di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *