Krisis Tanggul, Banjir Rendam Perumahan Mustika

KABUPATEN TANGERANG – Jebolnya tanggul anak Sungai Cimanceuri sepanjang 12 meter memicu banjir di Perumahan Mustika, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, yang berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK) sejak Minggu, 5 April 2026.

Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 70 KK di lingkungan RT05/RW09 terdampak genangan air, dengan total wilayah terdampak mencapai lima rukun tetangga (RT). Meski saat ini air mulai surut, sejumlah ruas jalan di kawasan Blok E dan sekitarnya masih tergenang.

Ketua RT05/RW09, Teguh Handoyo, menjelaskan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga karena kerusakan tanggul di aliran sungai yang berada di belakang permukiman warga. “Ada lima RT yang terdampak, sekitar 70 KK yang terendam banjir. Tepatnya di RT05, RT04, dan RT03, sementara RT01 dan RT02 tidak begitu parah, hanya menggenangi jalan saja,” kata Teguh Handoyo.

Ia menambahkan, kondisi tanggul yang jebol memperparah luapan air saat debit sungai meningkat. “Memang curah hujan sangat tinggi, tapi selain itu juga karena turap anak Sungai Cimanceuri yang melintas di Perumahan Mustika jebol,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Tigaraksa berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk mempercepat perbaikan tanggul sebagai langkah mitigasi banjir ke depan. Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, menyebutkan bahwa perbaikan tanggul direncanakan masuk dalam anggaran perubahan tahun 2026.

“Insya Allah nanti di anggaran perubahan ini akan dibangun. Mudah-mudahan itu juga menjadi solusi penanganan banjir di Perumahan Mustika,” kata Cucu.

Banjir juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Tigaraksa, meliputi Desa Pasir Nangka, Desa Matagara, Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh, dan Desa Pematang, dengan total 512 KK atau 1.675 jiwa terdampak di tingkat kecamatan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa berdasarkan asesmen pada 4 hingga 8 April 2026, jumlah korban terdampak banjir mencapai 959 KK atau 3.186 jiwa di empat kecamatan, yakni Legok, Pagedangan, Tigaraksa, dan Jambe.

“Ada empat kecamatan yang terdampak banjir pada 4 sampai 8 April, di antaranya Legok, Pagedangan, Tigaraksa, dan Jambe,” ujarnya.

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, serta perahu untuk mendukung evakuasi dan kebutuhan warga terdampak. Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Gempa Adonara, Pemerintah Langsung Data Rumah Rusak

PDF đź“„FLORES TIMUR – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Adonara Timur bergerak cepat melakukan pendataan dampak gempa …

Kapolres Taliabu Klarifikasi Penahanan Kapal LPG

PDF đź“„PULAU TALIABU – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Taliabu menegaskan tidak terlibat dalam penahanan kapal …

Warga Bertahan di Tenda Usai Gempa Adonara

PDF đź“„FLORES TIMUR – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *