Bertahan 1.000 Tahun, Desa Tra Dong Jadi Ikon Kerajinan Perunggu

THANH HOA – Keberlangsungan kerajinan pengecoran perunggu di Desa Tra Dong menjadi bukti kuat ketahanan warisan budaya di tengah tekanan modernisasi dan ekonomi pasar. Tradisi yang telah bertahan lebih dari 1.000 tahun ini kini tidak hanya dijaga sebagai identitas budaya, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis desa.

Desa Tra Dong dikenal sebagai salah satu sentra pengecoran perunggu tertua, dengan teknik produksi yang diwariskan secara turun-temurun antar generasi dalam lingkup keluarga pengrajin. Proses seperti metalurgi, pencampuran paduan, hingga teknik pencetakan dan ukiran masih dipertahankan secara tradisional hingga saat ini.

Dalam perjalanannya, kerajinan ini sempat mengalami pasang surut akibat dinamika ekonomi. Namun, para pengrajin tetap mampu mempertahankan eksistensi produk mereka di pasar dengan meningkatkan kualitas dan inovasi tanpa meninggalkan metode tradisional.

Produk yang dihasilkan meliputi gendang perunggu, patung tokoh sejarah, pembakar dupa, hingga lonceng kuno. Salah satu pencapaian penting adalah keberhasilan pengrajin dalam merekonstruksi gendang perunggu menggunakan teknik tradisional yang sempat hilang selama berabad-abad.

Pengakuan terhadap nilai budaya tersebut semakin kuat ketika Desa Tra Dong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata pada 2018. Status ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi desa sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif.

Selain sebagai pusat produksi, desa ini juga berkembang menjadi destinasi wisata kerajinan. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati produk jadi, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatan yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.

Keberadaan tempat ibadah seperti Kuil Tra Dong yang didedikasikan bagi pendiri kerajinan turut memperkuat identitas budaya desa tersebut. Hal ini menjadikan Tra Dong tidak hanya sebagai lokasi produksi, tetapi juga ruang pelestarian nilai spiritual dan sejarah.

Di tengah arus industrialisasi, komitmen para pengrajin menjadi faktor utama keberlanjutan tradisi ini. Dedikasi mereka menjaga teknik dan filosofi kerajinan menjadikan Tra Dong tetap relevan sebagai simbol ketahanan budaya sekaligus penggerak ekonomi berbasis desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

5.000 Ternak Divaksin Gratis, Diskannak OKU Timur Cegah Wabah

PDF 📄OKU TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, melalui …

Dugaan Korupsi Dana Desa Rp2 Miliar, Polisi Periksa Puluhan Saksi

PDF 📄MINAHASA – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa memastikan penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan tas ramah …

Kerja Bakti Massal, Pemdes Malaka Percantik Desa Sambut HUT Pangkep

PDF 📄PANGKEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Malaka, Kecamatan (Kec) Tondong Tallasa, menggelar kerja bakti massal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *