CILACAP, DESA – NUSANTARA: Pemerataan pembangunan infrastruktur desa dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Infrastruktur yang memadai tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka ruang baru bagi aktivitas ekonomi warga desa.
Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo menegaskan bahwa pembangunan yang berkeadilan harus dimulai dari desa. Menurutnya, desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang merasakan manfaat nyata dari program pemerintah.
“Alhamdulillah hari ini program-program dari kementerian sudah tersalurkan. Harapannya bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan desa semakin merasakan pembangunan,” katanya saat Tasyakuran Realisasi Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta bantuan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 yang diperingati setiap 15 Januari di Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.
Ia menilai, pembangunan tidak boleh merusak kawasan perkotaan saja. Infrastruktur harus hadir hingga pelosok desa agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan ekonomi.
Dalam konteks tersebut, Yanuar menyebut program PISEW sebagai salah satu upaya strategi pemerintah pusat untuk meningkatkan konektivitas antardesa. Program ini fokus pada pembangunan jalan penghubung wilayah pedesaan agar tidak terlindungi.
“PISEW ini pada dasarnya ikut membangun jalan penghubung antardua desa agar tidak terisolir. Ketika konektivitas terbuka, perekonomian desa bergerak,” katanya.
Di Desa Karangtawang, program PISEW direalisasikan melalui pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 825 meter yang menghubungkan Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis dengan nilai anggaran sekitar Rp500 juta. Jalan tersebut diharapkan menjadi akses utama yang mendukung mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan usaha desa.
Selain PISEW, program BSPS juga disalurkan kepada 24 penerima manfaat dengan bantuan sebesar Rp20 juta per rumah guna meningkatkan kualitas perumahan masyarakat rendah.
“BUMDes Lestari Desa Karangtawang juga menerima bantuan penguatan modal usaha dari pemerintah pusat sebesar Rp35 juta,” kata Yanuar.
Kepala Desa Karangtawang, Sutarno, mengatakan jalan penghubung antardesa tersebut sebelumnya dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada tahun 2008. Namun, kondisi jalan telah rusak selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diperbaiki melalui program PISEW.
“Jalan ini dibangun sejak 2008 dan sudah puluhan tahun rusak. Alhamdulillah sekarang bisa diperbaiki melalui aspirasi APBN dengan kondisi yang jauh lebih baik dan layak digunakan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, jalan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama mobilitas warga Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis. Perbaikan infrastruktur ini dinilai berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dulu aksesnya sulit dan jarang dilintasi karena rusak. Sekarang jalannya sudah bagus, masyarakat senang, akses ekonomi jadi lebih lancar, dan mobilitas warga lebih mudah,” katanya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga konektivitas wilayah semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dapat terjaga.
“Dengan infrastruktur yang baik, kami berharap pembangunan dan hubungan antarwilayah bisa terus ditingkatkan ke depan,” kata Sutarno.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara