Srimulyo, Desa Wisata Digital yang Dikelola dari Hati

BANTUL — Desa Srimulyo, yang berada di wilayah Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara masyarakat dan inovasi teknologi mampu mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Dikenal dengan sebutan “Dewi Mulia,” desa ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi pelopor desa digital yang berkelanjutan.

Terletak di antara Sungai Opak dan Sungai Gawe, Srimulyo berada di ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Suhu sejuk berkisar antara 23 hingga 24°C menjadi daya tarik alami, namun yang membuat desa ini berbeda adalah pendekatan inovatif dalam mengembangkan pariwisata yang berbasis data dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak ditetapkan sebagai Smart Village pada 2021, Srimulyo secara konsisten mengadopsi pendekatan digital dalam tata kelola desa. Upaya ini diperkuat lagi ketika pada 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul menetapkannya sebagai salah satu “Desa Cantik,” yakni desa dengan kapasitas unggul dalam pengelolaan data statistik sektoral. Data ini menjadi acuan utama untuk perencanaan dan pengembangan wisata yang lebih tepat sasaran.

Kepala Desa Srimulyo menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun potensi desa. “Semua yang ada di Srimulyo ini dikelola secara partisipatif. Kami berdayakan warga untuk menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton dalam sektor pariwisata,” ujarnya.

Sebanyak 19 destinasi wisata alam kini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang bertindak sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Beberapa di antaranya telah menjadi ikon wisata seperti Bukit Bintang dan Watu Amben. Sementara destinasi lain seperti Pasar Kebon Empring, Gerbang Banyu Langit, hingga Bukit Tompak dan Sendang Hargolawu memperkuat kekayaan potensi lokal yang masih terus dikembangkan.

Budaya lokal juga tidak luput dari perhatian. Srimulyo mempertahankan tradisi seperti Kupatan Jolosutro, Jathilan, Emprak, hingga Gejog Lesung. Kegiatan budaya ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga, menciptakan harmoni yang langka ditemukan di daerah wisata lain.

Fasilitas publik turut menunjang kenyamanan pengunjung, mulai dari area parkir luas, taman bermain, musholla, hingga sentra kuliner yang menyajikan masakan khas. Inisiatif pembangunan spot foto dan ruang terbuka keluarga menjadi bukti bahwa Srimulyo tidak hanya mengandalkan alam, tetapi juga membangun daya saing melalui kenyamanan dan kreativitas.

Pendekatan inklusif dan kolaboratif inilah yang menjadikan Srimulyo tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi model pembangunan desa berbasis potensi lokal, teknologi, dan budaya.

REDAKSI01-ALFIAN

About redaksi01

Check Also

Wisata Budaya Waerebo Tawarkan Tradisi dan Alam Pegunungan

PDF 📄MANGGARAI – Desa adat Waerebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan …

Pemerintah Diminta Perkuat Manajemen Desa Wisata di Jateng

PDF 📄SEMARANG – Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata dinilai menjadi faktor …

Operasional Pulau Umang Tetap Jalan Meski Ada Penyegelan KKP

PDF 📄PANDEGLANG – Polemik penyegelan kawasan pemanfaatan ruang laut di sekitar Pulau Umang, Desa Sumberjaya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *