TANAH LAUT – Sebanyak 79 koperasi binaan di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tercatat tidak lagi aktif beroperasi. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala memastikan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak akan menggeser koperasi lama karena masing-masing memiliki bidang usaha yang berbeda.
Data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tala per Rabu (22/7/2026) menunjukkan, dari total 183 koperasi binaan, hanya 104 koperasi yang masih aktif secara kelembagaan.
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Diskumdag Tala, M Latif, mengatakan sebagian besar koperasi yang tidak aktif merupakan koperasi lama yang telah menghentikan kegiatan usahanya.
“Jumlah koperasi existing binaan kami sebanyak 183. Yang aktif ada 104 koperasi, sedangkan 79 lainnya sudah tidak aktif,” kata Latif, sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Rabu (22/07/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah koperasi yang tidak lagi beroperasi merupakan peninggalan berbagai program pemerintah pada masa lalu, seperti Kredit Usaha Tani (KUT), KUT TRI, hingga Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM).
Menurut Latif, Diskumdag Tala tetap memfokuskan pembinaan kepada koperasi yang masih aktif melalui pendampingan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), fasilitasi kemitraan usaha, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan perkoperasian.
“Pembinaan tetap kami lakukan agar koperasi yang aktif bisa terus berkembang dan menjalankan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini tidak lagi menyalurkan bantuan permodalan bagi koperasi. Karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pengurus, dan pengembangan jejaring usaha menjadi strategi utama agar koperasi mampu bertahan dan berkembang.
Sementara itu, keberadaan KDKMP dinilai justru akan memperkuat ekosistem perkoperasian di Tala. Hingga saat ini telah terbentuk 33 KDKMP, dengan 14 gerai selesai dibangun dan sisanya ditargetkan rampung sebelum peluncuran nasional pada Agustus 2026.
“Koperasi Merah Putih mengembangkan usaha sesuai potensi desa masing-masing. Jadi justru melengkapi ekosistem perkoperasian yang sudah ada,” pungkasnya.
Warga Pelaihari, Misdar, berharap KDKMP mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. “Mudahan saja lah Koperasi Merah Putih nantinya bisa eksis dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara