WONOGIRI – Tradisi Suran di sejumlah desa di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kembali diramaikan dengan pagelaran wayang kulit yang mengangkat berbagai lakon klasik. Kegiatan budaya tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian seni tradisional, tetapi juga dipadukan dengan ritual bersih dusun dan kegiatan sosial masyarakat menjelang Tahun Be 1960 atau 1 Sura 2026.
Salah satu pagelaran berlangsung di Dusun Ngaglik, Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri (Wonogiri). Wayang Suran menampilkan lakon Gatutkaca Winisuda atau Ampak-ampak Pringgondani yang dibawakan dalang muda Ki Wahid Ahsan Hidayat di kediaman Guru Dalang Ki Deres Sugiono.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari hajatan walimatul khitan putra Ki Deres, Sri Rama Cahya Purnama. Pertunjukan turut diiringi para pengrawit muda dari Sanggar Saraswati dalam format pakeliran ringkas.
Lakon Gatutkaca Winisuda menceritakan perjalanan Gatutkaca hingga dinobatkan sebagai raja di Pringgondani dengan gelar Prabu Tutuka atau Prabu Kacanegara. Kisah tersebut diawali serangan Prabu Endra Subrata ke kahyangan yang kemudian berhasil dipatahkan oleh Gatutkaca bersama para ksatria lainnya.
Tradisi Suran juga digelar di sejumlah desa lain di Wonogiri. Di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, masyarakat menyelenggarakan wayangan sekaligus ritual bersih dusun dengan lakon Asmoro Bumi yang dibawakan Ki Subarjo dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Sementara itu, di Dusun Ndayu, Kecamatan Pracimantoro, dosen ISI Surakarta Ki Sigit Setiawan tampil sebagai dalang dengan menghadirkan pesinden tamu dari luar negeri bernama Agnes serta pelawak Gareng. Di Dusun Danan, Desa Sendangagung, Kecamatan Giriwoyo, Ketua Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) Wonogiri, Ki Eko Sunarsono, membawakan lakon Wahyu Kamulyan.
Pagelaran serupa juga berlangsung di Dusun Mojo Suci, Kecamatan Pracimantoro, yang menampilkan lakon Baladewa Suci oleh Ki Seno Aji bersama Bisma Gibran Alkhaliti. Adapun di Desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran, Ki Tantut Sutanto mementaskan lakon Wahyu Kamulyan dengan penampilan pesinden pria Mini dan Apri yang turut menghibur penonton.
Selain di Wonogiri, tradisi Suran juga digelar di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo dengan menampilkan lakon Ndaru Pringgondani oleh Ki Dunung Siswoyo.
Rangkaian perayaan Suran di wilayah Solo Raya dan sekitarnya berlanjut dengan agenda wisata budaya Grebeg Tayub Suran di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (19/6/2026). Acara tersebut diawali kirab tumpeng sap pitu dan tari tayub massal di kawasan Pantai Teleng.
Berbagai kegiatan budaya tersebut menunjukkan tradisi Suran masih menjadi bagian penting kehidupan masyarakat desa sebagai media pelestarian warisan budaya sekaligus penguat kebersamaan warga, sebagaimana diberitakan Suara Baru, Kamis (18/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara