JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat distribusi pangan dan penggerak ekonomi desa. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 3.000 unit KDKMP telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat, sementara puluhan ribu titik lainnya tengah memasuki tahap pembangunan.
Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (31/3/2026), membahas percepatan operasionalisasi KDKMP agar program ini langsung memberi manfaat bagi warga desa. Skema koperasi ini tidak hanya mempersingkat rantai pasok, tetapi juga berperan sebagai offtaker hasil produksi pertanian dengan fasilitas pendukung seperti cold storage untuk menjaga kualitas produk.
KDKMP juga menjadi bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta kanal penyaluran bantuan sosial, terutama bagi masyarakat desil 1 dan desil 2. “Secara bersamaan kami akan menyusun regulasi terkait operasionalisasi KDKMP. Tujuan akhirnya memastikan program ini berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan.
Pemerintah telah menyiapkan regulasi pendukung, termasuk revisi PMK Nomor 49 Tahun 2025 dan Permenkop Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur verifikasi dan validasi sebagai dasar pembayaran. Untuk desa dengan keterbatasan lahan, skema cut and fill melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri disiapkan, sementara koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terus diperkuat.
Ke depan, operasional KDKMP akan dibantu dengan pendampingan dan pengelolaan awal agar koperasi dapat berjalan optimal sebelum dikelola mandiri oleh desa atau kelurahan. Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat sistem distribusi pangan nasional agar lebih efisien, inklusif, dan berkeadilan.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara