Program Dewisali NTB Perkuat Identitas Budaya Desa

MATARAM – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sektor pariwisata melalui literasi dan pelestarian bahasa daerah, dengan fokus pada desa wisata sebagai pusat pengalaman budaya autentik bagi pengunjung. Program-program ini mendorong warga desa untuk memahami, mempraktikkan, dan menyebarkan cerita lokal dalam tiga bahasa: Indonesia, bahasa daerah, dan Inggris, sehingga wisatawan tidak hanya melihat objek fisik tetapi juga merasakan budaya setempat.

Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, menjelaskan bahwa bahasa daerah merupakan aset budaya sekaligus daya tarik wisata.

“Orang asing datang bukan mencari bahasa Inggris yang sempurna. Tetapi jika kita menulis ‘Selamat Datang’ atau bahasa daerah seperti ‘Silaq’, mereka akan bertanya artinya. Itulah hospitality (keramahan, red) yang sebenarnya,” ujar Zamzam.

Salah satu program unggulan adalah Desa Wisata Literasi (Dewisali), yang membantu desa-desa wisata menyusun buku cerita dan legenda lokal. Di Desa Wisata Bilebante, warga dapat menjelaskan cerita di balik objek wisata seperti batu besar atau pohon tua, sehingga wisatawan memahami nilai sejarah dan budaya setempat.

Program lain, Mandalika BIPA untuk Masyarakat Inovatif (BUMI), menyediakan pelatihan bahasa praktis bagi pelaku wisata melalui alat komunikasi Handy Words, berupa stiker, flipchart, atau spanduk berisi ungkapan praktis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Alat ini memudahkan warga menyapa turis, memberi informasi harga, atau menunjukkan arah penginapan, meski tidak fasih bahasa Inggris akademik.

Balai Bahasa menyesuaikan pelatihan sesuai potensi masing-masing desa. Di Sekotong, Lombok Barat, warga dilatih membuat teks deskriptif untuk promosi pantai di media sosial. Di Desa Santong, Lombok Timur, pengrajin rotan dan lontar belajar membuat teks prosedur agar mampu menjelaskan proses pembuatan kerajinan kepada wisatawan. Di Sembalun, Lombok Timur, warga dilatih membuat teks narasi untuk menceritakan legenda Dewi Anjani dan sejarah Gunung Rinjani.

Zamzam menegaskan, literasi dan penguasaan bahasa baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah membentuk pondasi kuat bagi pariwisata NTB. “Melalui program-program ini, kami berharap desa wisata menjadi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya cerita, budaya dan pengalaman interaktif bagi wisatawan,” tutupnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jalan Cibuntiris-Pasirhuni Dibangun, Warga Mangkonjaya Kini Lebih Mudah Beraktivitas

PDF 📄TASIKMALAYA – Pemerintah Desa (Pemdes) Mangkonjaya, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur …

Pengajian Akbar hingga Wayang Kulit Meriahkan Ruwat Dusun Sumberjo

PDF 📄BANYUWANGI – Tradisi budaya dan kegiatan religi akan mewarnai Dusun Sumberjo, Desa Kepundungan, Kecamatan …

Warga Aelipo Rela Kehilangan Kebun Demi Jalan Baru TMMD

PDF 📄ENDE – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Ende (Ende), Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *