KAMPAR – Banjir melanda delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu setelah luapan Sungai Subayang yang dipicu peningkatan debit air akibat hujan deras di wilayah hulu sejak Selasa malam. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) menyebabkan permukiman warga di sepanjang aliran sungai terendam air.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops-PB) Kampar, Adi Candra Lukita, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan laporan sementara, terdapat delapan desa yang terdampak banjir.
“Berdasarkan laporan sementara, ada delapan desa yang terdampak,” katanya.
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Subayang sejak Selasa (31/3/2026) malam dan berlanjut hingga ke kawasan Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Kondisi ini menyebabkan peningkatan debit air yang tidak mampu ditampung oleh sungai sehingga meluap ke permukiman warga.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar itu menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait dampak banjir di masing-masing desa. Proses pengumpulan data terkendala oleh akses jalan yang sulit serta terbatasnya jaringan komunikasi di wilayah terdampak.
“Kita masih menunggu info lanjut dari desa, terkait kondisi dan lain-lain, mengingat signal di sana susah,” katanya.
Adapun delapan desa yang terdampak banjir di Kecamatan Kampar Kiri Hulu meliputi Desa Aur Kuning, Desa Tanjung Belit, Desa Gema, Desa Ludai, Desa Kebun Tinggi, Desa Koto Lama, Desa Terusan, dan Desa Subayang Jaya.
Hingga saat ini, BPBD Kampar masih berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan kondisi warga serta kebutuhan penanganan darurat di lokasi terdampak. Upaya penanganan diharapkan dapat segera dilakukan setelah informasi lengkap dari lapangan diterima. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara