BANYUWANGI – Upaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus mendongkrak daya tarik wisata berbasis alam terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Perikanan (Diskan) dengan menebar 2.500 ekor ikan di kawasan Wisata Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Program bertajuk “Bakti Alam” ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada konservasi lingkungan, tetapi juga mendukung pengembangan potensi wisata desa berbasis ekologi. Kegiatan tersebut melibatkan petugas Diskan, pengelola wisata, serta masyarakat setempat.
Kepala Dinas Perikanan (Kadis Perikanan) Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menjelaskan bahwa jenis ikan yang ditebar telah disesuaikan dengan karakteristik perairan sungai. Spesies yang dipilih adalah tawes (Rasbora spp.) dan nilem (Puntius spp.) yang dinilai mampu beradaptasi dan berkembang biak secara alami.
“Ikan nilem dan ikan tawes memang diperuntukkan di perairan yang mengalir. Secara biologis, kedua spesies ini cocok untuk ekosistem sungai seperti di kawasan ini,” ujarnya.
Selain memperkuat populasi ikan melalui restocking, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Warga didorong untuk menjaga kebersihan sungai serta melestarikan habitat air tawar agar tetap berfungsi optimal.
“Kegiatan ini bukan sekadar menebar ikan, tetapi juga mengajak masyarakat menjaga alam agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Pemkab Banyuwangi menilai, peningkatan populasi ikan di kawasan tersebut berpotensi memperkuat nilai estetika dan ekologis destinasi wisata Gerbang Raung. Hal ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan yang menggemari konsep ekowisata.
Dampak lanjutan dari program ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Jambewangi melalui sektor pariwisata. Dengan ekosistem yang sehat, kawasan wisata diyakini memiliki daya saing lebih tinggi.
Diskan Banyuwangi memastikan bahwa proses penebaran dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis seperti suhu air dan arus sungai guna memaksimalkan tingkat kelangsungan hidup ikan. Monitoring berkala juga akan dilakukan selama enam bulan ke depan untuk mengevaluasi dampak ekologis program tersebut.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola wisata menjadi kunci keberlanjutan program konservasi ini. Pemkab Banyuwangi berharap langkah ini dapat menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis desa yang berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara