65 Desa Sudah Dibangun, KNMP Siap Perluas Hingga 1.000 Lokasi

JAKARTA – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ditargetkan mampu mendongkrak produksi ikan nasional hingga 2,15 juta ton per tahun, sekaligus memperkuat ekonomi desa pesisir dan ketahanan pangan berbasis kelautan.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menyampaikan, program pengembangan kampung nelayan terintegrasi tersebut telah berjalan sesuai target pemerintah dan berpotensi meningkatkan produksi ikan nasional hingga 10 sampai 30 persen.

“Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi perikanan hingga 2,15 juta ton per tahun, yang akan memperkuat sektor riil dan ketahanan pangan berbasis kelautan,” ujar Qodari.

Menurutnya, peningkatan produksi ikan tidak hanya berdampak pada sektor perikanan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi desa pesisir. Secara teknis, setiap kenaikan produksi ikan sebesar 1 persen diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,54 persen.

“Bahkan, secara hitung-hitungan, setiap kenaikan produksi ikan sebesar 1 persen mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,54 persen,” katanya.

Hingga akhir Maret 2026, progres pembangunan fisik tahap pertama program KNMP telah mencapai 99,23 persen. Sebanyak 61 lokasi desa dan kelurahan telah rampung, sementara empat lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian yang ditargetkan selesai pada April.

Program ini telah menjangkau 65 wilayah desa di 25 provinsi dengan total anggaran mencapai Rp1,2 triliun. Adapun daerah yang masih dalam proses pembangunan meliputi beberapa wilayah seperti Kapuas Hulu, Sumenep, Pangandaran, dan Garut.

Pada tahap kedua, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp660,5 miliar untuk pembangunan di 35 desa tambahan. Hingga akhir Maret 2026, progres pembangunan tahap ini telah mencapai 16,68 persen dan ditargetkan rampung pada Mei mendatang.

Lebih jauh, pemerintah menargetkan pengembangan hingga 1.000 lokasi kampung nelayan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis desa.

“Dengan model ini, setiap kampung nelayan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan ekonomi yang saling mendukung,” ujarnya.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan nasional, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi desa pesisir secara berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia dalam sektor kelautan global. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Telagasari Sepakati Tukar Guling Tanah untuk KDKMP

PDF đź“„INDRAMAYU – Pemerintah Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) …

Mendes Yandri: Data Akurat Desa Bantu Kebijakan Tepat Sasaran

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah mendorong desa-desa memaksimalkan digitalisasi untuk mempromosikan produk lokal, sehingga mampu menembus …

Musdes Tanjung Dorong Transparansi Anggaran Desa 2025

PDF đź“„TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *