PEMALANG – Pertemuan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se-Kecamatan Comal digelar di Desa Gedeg, menghadirkan kader dari 17 desa dan kelurahan. Fokus utama kegiatan adalah percepatan penurunan angka stunting dan penguatan ketahanan keluarga melalui pendampingan ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko.
Camat Comal, Muchammad Maksum, menegaskan, “Program penurunan stunting harus menjadi perhatian bersama. Jika ada balita yang terlihat kurang gizi, jangan menunggu laporan bulan depan. Segera koordinasikan dengan Puskesmas maupun kecamatan pada hari itu juga,”
Dalam arahannya, Camat memberikan apresiasi kepada seluruh kader PPKBD yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program Bangga Keluarga Berencana dan Kependudukan (Bangga Kencana) di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya data akurat keluarga berisiko stunting sebagai dasar bantuan dan intervensi yang tepat sasaran.
Selain stunting, Camat mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) untuk mendorong ekonomi keluarga. Administrasi kader juga diarahkan agar tertib berbasis digital melalui aplikasi Elsimil dan Sistem Informasi Keluarga Sejahtera (SIGA).
Camat Comal memperkenalkan tiga program unggulan Kecamatan Comal. Pertama, “Comal Sehat, Zero Stunting” (CO-SETING) yang fokus pada pendampingan keluarga berisiko stunting dan program DASHAT berbasis pangan lokal. Kedua, “Keluarga Mandiri Ekonomi” (KEMEDI) untuk mendorong desa memiliki produk unggulan dari kelompok usaha keluarga akseptor KB. Ketiga, “Jumat Berkah Berencana” yang berisi kunjungan rumah keluarga yang belum terlayani program KB dan penyuluhan kesehatan secara santai di masyarakat.
Muchammad Maksum menekankan pentingnya komunikasi yang baik kader dengan masyarakat, bidan desa, TP-PKK, PLKB, serta pemerintah desa agar pembangunan keluarga di Kecamatan Comal berjalan maksimal. “Kecamatan Comal hanya bisa maju jika keluarga-keluarganya sehat dan terencana. Di tangan ibu-ibu sekalian, masa depan generasi penerus Comal dititipkan. Mari kita bekerja dengan hati demi Comal yang lebih sejahtera,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara