JAKARTA – Program Soligi Zero Stunting di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan tren positif dalam menekan angka stunting pada anak-anak. Inisiatif ini memadukan intervensi gizi, edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pembangunan fasilitas kesehatan, sekaligus menggandeng sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat setempat sebagai kolaborasi multipihak.
Harita Nickel, perusahaan yang menjalankan program ini sejak 2022, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Soligi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan membangun gedung Puskesmas Pembantu (PUSTU) di desa setempat. Selain itu, program ini juga melibatkan kader posyandu, bidan, dan anggota PKK untuk pemantauan rutin pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan (PMT), serta edukasi gizi.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menegaskan, “Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami percaya, kesehatan anak adalah fondasi penting bagi masa depan yang lebih kuat dan sejahtera,” sebagaimana dilansir Detiknews, Rabu (1/4/2026).
Salah satu kader posyandu Desa Soligi, Murni, menambahkan kegiatan posyandu dilakukan rutin setiap bulan melalui penimbangan, pengukuran anak, dan pembagian PMT, termasuk jemput bola ke rumah balita berisiko stunting. “Kami juga proaktif mengunjungi rumah-rumah balita berisiko stunting dan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu agar memperhatikan gizi anak-anak serta rutin memeriksakan kandungan ke puskesmas,” ungkapnya.
Program ini juga mencakup pemantauan status gizi, pemberian susu untuk ibu hamil, vaksinasi dasar untuk bayi dan lansia, serta pembangunan sumur air bersih guna mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Hasilnya, pada akhir 2025 tercatat 21 dari 25 anak di Desa Soligi berada dalam kondisi tidak stunting, menunjukkan perbaikan signifikan.
Vice President of Occupational Health and Safety (OHS) & Management System Harita Nickel, Supriyanto Suwarno, menambahkan capaian ini menjadi refleksi dari pendekatan berkelanjutan dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). “Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan kami, melainkan motivasi untuk memperluas kolaborasi dan memastikan setiap intervensi memberikan manfaat jangka panjang, khususnya bagi masyarakat di lingkar wilayah operasional Harita Nickel di Pulau Obi,” pungkasnya.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara